Berita > Seputar TKI
KBRI Kuala Lumpur Imbau WNI di Malaysia agar Tidak Tergiur Tawaran Kartu MyKAS
05 Jul 2018 21:07:45 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 7713
Ket: imbauan KBRI dan contoh MyKas yang beredar di medsos
Foto: KBRI KL
Kuala Lumpur, LiputanBMI - KBRI Kuala Lumpur mengimbau WNI di Malaysia agar tidak tergiur tawaran kartu MyKAS yang menjanjikan pemegangnya bisa mendapatkan izin tinggal sementara di Malaysia.

Dalam keterangan resmi KBRI yang dikeluarkan Kamis (5/7) disebutkan, KBRI Kuala Lumpur telah melakukan konfirmasi ke Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) dan diperoleh informasi bahwa MyKAS adalah kartu yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak berkewarganegaraan (stateless).

Surat Edaran KBRI juga menegaskan bahwa kartu MyKAS tidak dapat diberikan kepada pekerja migran tak berdokumen atau yang biasa diistilahkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI).

Keberadaan MyKAS cukup viral di media sosial ketika ada netizen mengunggah di Facebook dengan keterangan bahwa Kerajaan Malaysia telah membagikan kartu izin tinggal sementara khususnya bagi warga Indonesia.

Informasi hoax tersebut juga menyebutkan bahwa pembagian MyKas itu merupakan hasil kesepakatan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Malaysia ketika melakukan kunjungan ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Sehubungan dengan hal tersebut, KBRI Kuala Lumpur kembali mengimbau WNI/PMI tidak berdokumen (tidak memiliki permit kerja) agar mendaftar Program Penghantaran Pulang Sukarela (3+1) untuk menghindari penangkapan pada razia besar-besaran melalui Operasi Mega 3.0 yang sudah dimulai sejak 1 Juli 2018 lalu.

Dengan mengikuti progam 3+1, WNI/PMI tak berdokumen dapat pulang ke Indonesia melalui jalan yang sah. KBRI Kuala Lumpur juga mengimbau agar WNI/PMI menghindari calo dalam pengurusannya.

Guna mendukung upaya KBRI dalam pemantauan dan perlindunganyang diperlukan pada masa ini. WNI/PMI dapat menghubungi hotline KBRI +603 2116 4016/17, email; info@kbrikualalumpur.org , FB; IndonesianEmbassyKL , dan Twitter @kbrikualalumpur.




(FK/FK, 05/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki