Berita > Sosok
Agustina, Mantan PMI Hong Kong Sukses Geluti Usaha Salon Hewan Peliharaan Panggilan
25 Jul 2018 23:29:03 WIB | Wijiati Supari | dibaca 2002
Ket: Agus bersama kucing jenis Persia long hair mix main coon yang dia rawat
Foto: doc. Agus
Hongkong, LiputanBMI - Memelihara hewan peliharaan merupakan satu tren tersendiri di Indonesia saat ini, terutama kucing dan anjing. Bahkan para pecinta hewan-hewan tersebut biasanya telah menganggapnya sebagai bagian dari anggota keluarga. Maka dari itu untuk perawatan, kebersihan, dan kesehatan merupakan hal wajib yang sangat diperhatikan seperti halnya sang pemilik.

Tetapi kesibukkan yang menumpuk atau kurang pahamnya pengetahuan tentang perawatan hewan peliharaan, biasanya para pemilik hewan lebih memilih mengundang salon grooming panggilan untuk datang ke rumahnya.

Hal inilah yang membuat Agustina, mantan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Cilacap, Jawa Tengah, ini mengambil peluang usaha tersebut.

Awalnya, bermodal kartu tanda penduduk dan pengetahuannya selama bekerja di Hong Kong, dia melamar pekerjaan di sebuah pet shop besar di Cilacap, setelah sebelumnya dia telah mencoba bekerja menjadi koki di restoran dan beternak kelinci, tetapi keduanya tidak bertahan lama hingga memilih melamar menjadi groomer di sebuah pet shop besar.

"Alhamdulillah tanpa surat lamaran, diterima langsung kerja menjadi groomer atau tukang memandikan kucing. Satu bulan berjalan langsung diangkat menjadi mandor, hahaha," kenangnya saat berbincang dengan LiputanBMI bebrapa hari yang lalu.

Perjuangan Agus tidak hanya sampai di situ, mental majikan membuatnya kembali membuat gebrakan. Setelah bekerja selama 6 bulan, mantan PMI yang di Hong Kong terkenal tomboy ini akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya, dan bertekad membeli alat-alat memandikan kucing dan anjing untuk membuka usaha sendiri.

Pelan tapi pasti, Agus akhirnya sukses membuka salon perawatan hewan yang dinamakan Apet Care. Pada awal berdiri, ia memaksimalkan promosi di media sosial Facebook. Seperti halnya bergabung di komunitas pecinta kucing, dari mulut ke mulut, hingga akhirnya usahanya mulai dikenal oleh banyak pelanggan.

"Awalnya belum banyak pelanggan saya coba breeding cari indukan kucing sepasang tapi jenis medium, karena kucing itu ada bermacam jenis harganya mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 50 juta lebih," ungkap Agus.

Meski usaha Agus lebih fokus ke usaha jasa memandikan kucing dan anjing, tetapi dia juga melayani jual beli kucing, makanan kucing, aksesoris, vitamin, dan semua kebutuhan mereka. Hal ini disambut baik oleh para pelanggan, karena dinilai sangat bermanfaat dan meringankan beban. Pelanggan bisa memanfaatkan jasanya untuk meminta tolong membelikan kebutuhan tersebut dengan hitungan membayar uang ojek.

"Untuk mandi saya menarif Rp 50.000 per ekor, ini saya lakukan 2 Minggu sekali. Selain memandikan, saya juga membantu membersihkan pasir yang untuk membuang kotoran," terangnya saat disinggung masalah penghasilan.

Lebih lanjut, Agus membeberkan bahwa idealnya untuk kucing dan anjing harus dimandikan 1 Minggu 1 kali, tetapi kalau kondisi rumah bersih dan tidak dibiarkan keluar bisa mandi 2 Minggu sekali.

“Pelangganku rata-rata 2 Minggu sekali untuk biaya mandi grooming per ekor Rp 50.000. Untuk anjing besar saya sudah tidak menerima, karena waktu kerja untuk seekor anjing besar cukup menguras tenaga, saya sudah sepuh, hahaha," tutur Agus sambil tertawa.

Untuk menjadi seorang groomer, Agus dituntut bisa dan paham dengan kondisi hewan peliharaan yang ditangani, sebagai contoh, apabila dia menemukan kucing yang tidak sehat, maka dia tidak segan untuk menyampaikan kepada pemiliknya. Biasanya dia menyarankan untuk perawatan khusus ketika mandi.

"Bila Kucing berkutu saya sarankan mandi memakai shampoo kutu, bila kucing terkena jamur karena lembab, mandi memakai shampoo medicare anti jamur, dengan tarif Rp 60.000. Apabila menderita keduanya, makan bisa mamaki shampoo komplit, dengan tarif Rp 70.000," bebernya.

Selain kedua shampoo di atas, Agus juga menyarankan pemilik kucing atau anjing untuk memberikan sampoo yang mengandung belerang untuk kucing yang terkena jamur scabies parah, dengan tarif perawatan mandi sekitar Rp 70.000 untuk 1 ekor.

Untuk jasa memandikan ini, Agus mengaku biasanya dia mampu memandikan anjing atau kucing maksimal 7 ekor per hari. Dengan mengunakan paket grooming yang meliputi membantu pemotongan kuku, membersihkan telinga, merapikan bulu, dan memberikan parfum.

"Grooming 1 ekor kucing butuh waktu 45 menit. Selain itu saya juga terima jasa cukur bulu, jasa pacak atau perkawinan, jasa persalinan atau membidani kucing hingga merawat sampai bersih ibu dan anak, dengan biaya jasa Rp 250.000," ungkapnya.

Jasa grooming tidak ada sepinya, masih menurut Agus tempat tinggalnya akan menjadi tempat penitipan hewan piaraan ketika hari besar tiba, seperti hari Natal dan tahun baru, serta hari Raya Idul Fitri.

Untuk penitipan ini, biaya makan ditanggung oleh pemilik, mengingat biaya makan kucing-kucing dan anjing tersebut sangat mahal dan tidak boleh diberi makan sembarangan. Maka darinitu Agus memberikan tarif Rp 60.000 gratis mandi.

Berkat pengalaman bergelut dengan kesibukkan di atas membuat Agus sering diundang menjadi pembicara pada seminar terkait perawatan hewan-hewan peliharaan oleh komunitas-komunitas pecinta kucing dan anjing di daerah tempat tinggalnya.

Jerih payah ibu dari tiga anak ini akhirnya tertebus juga dengan penghasilan yang fantastis dalam setiap bulannya. Yaitu bekisar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta bersih bisa dikantongi dalam satu bulan. Sungguh bukan lagi nominal yang sedikit lagi, bahkan setara dengan gaji ketika dia bekerja menjadi PMI di Hong Kong.

Sebagai orang tua tunggal untuk ketiga anaknya yang saat ini berusia 26 tahun, 23 tahun dan 15 tahun, tentu saja Agus bisa dibilang dapat bernafas lega dengan penghasilan di atas. Karena selama ini dia harus berjuang sendirian, dan selalu dituntut untuk berpikir keras demi memenuhi kebutuhan hidup selama di Indonesia, apalagi menurut mantan PMI yang kini berusia 45 tahun ini biaya pendidikan tidak murah.

"Alhamdulillah, setelah anak pertama lulus SMU sudah mulai bisa bekerja, tinggal anak kedua masuk perguruan tinggi, pada tahun ini telah memasuki semester terakhir dengan mengambil S1 jurusan IT, dan terakhir adalah anak ketiga sudah SMK," tutup Agus.
(WSP/IYD, 25/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki