Berita > Haji
Sanksi Haji Tanpa Izin Akan Dideportasi, Konjen Hery: Ini Perhatian Serius
02 Aug 2018 04:06:56 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 897
Ket: Konjen RI saat membuka Aanwijzing bagi peserta penyedia katering haji dan pameran produk makanan Indonesia
Foto: KJRI Jeddah
Makkah, LiputanBMI - Menjelang pelaksanaan ibadah haji (Hari Wukuf di Arafah) 9 Dzulhijjah atau diperkirakan jatuh pada  20 Agustus 2018,  Pemerintah Arab Saudi semakin memperketat penjagaan di sejumlah titik perlintasan menuju Kota Makkah.
 
Seperti dilansir harian Saudi Gazette dan Arab News yang terbit 30 Juli,  Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Arab Saudi (Jawazat) telah membentuk pasukan khusus yang bekerja 24 jam untuk menindak tegas di tempat para pengendara yang mengangkut calon haji (calhaj) yang tidak memiliki izin haji (tasrekh).

Berikut penjelasan selengkapnya tentang sanksi yang akan dijatuhkan kepada pengendara yang kedapatan mengangkut calhaj tidak berizin.

1. Sanksi untuk pelanggaran pertama:
a)      Kurungan (hukuman penjara) 15 hari,
b)      SR 10 ribu (Rp 36 juta ) untuk setiap penumpang yang diangkut, (tinggal dikalikan dengan jumlah penumpang yang dibawa)
c)       Kemungkinan kendaraan disita,
d)      Dideportasi dan dilarang masuk kembali ke Arab Saudi jika yang melanggar berwarga negara asing (mukimin/ekspatriat).
 
2.   Pelanggaran kali kedua:
a)      Kurungan (hukuman penjara) 2 bulan penjara,
b)      SR 25 ribu riyal (Rp 90 juta , untuk setiap penumpang yang diangkut, (tinggal dikalikan dengan jumlah penumpang yang dibawa)
c)       Kemungkinan kendaraan disita,
d)      Dideportasi dan dilarang masuk kembali ke Arab Saudi jika yang melanggar berwarga negara asing (mukimin/ekspatriat).  
 
3.   Bila mengulangi pelanggaran serupa hingga kali ketiga, pengendara akan dijatuhi,
a)      Kurungan (hukuman penjara) 6 bulan penjara,
b)      SR 50 ribu riyal (Rp 180 juta ), untuk setiap penumpang yang diangkut, (tinggal dikalikan dengan jumlah penumpang yang dibawa)
c)       Kemungkinan kendaraan disita,
d)      Dideportasi dan dilarang masuk kembali ke Arab Saudi jika yang melanggar berwarga negara asing (mukimin/ekspatriat).
       
Jawazat mengimbau masyarakat, baik Warga Saudi atau warga negara asing yang bermukim di Arab Saudi, agar mematuhi ketentuan yang dikeluarkan instansi berwenang Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji agar terhindar dari sanksi di atas. 
 
Jemaah yang datang dari luar negeri juga diingatkan agar segera meninggalkan Arab Saudi sebelum masa berlaku visanya habis.
 
Menyikapi ancaman sanksi bagi pengangkut calhaj tak berizin, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, mengingatkan masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi agar memperhatikan secara serius peringatan ini.
 
"Tahun lalu, KJRI menangani seorang WNI yang ditangkap gara-gara kedapatan membawa 65 WNI yang bekerja di perusahaan Bin Laden di Makkah. Mereka hendak pergi haji tapi tak punya tasrekh (surat izin)," ujar Konjen sebagaimana keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, Rabu (1/8/2018).
 
Akibatnya, tambah Konjen, pria berinisial AR itu harus mendekam di tahanan selama 8 bulan karena tidak mampu membayar denda sebesar SR 10 ribu per penumpang yang dia angkut.
 
"Yang sempet kami temui WNI bernama AR, sudah 8 bulan. Dia diasingkan di anbar (ruang tahanan) sama warga Yaman.  Kami tidak pernah diberikan info tentang dia (AR) ada di ambar itu," ujar Haris Agung Syarif, Staf Fungsi Konsuler yang kesehariannya bertugas di Tarhil  (pusat detensi imigrasi) Shumaisi.
 
Haris menambahkan, dirinya menemukan AR di ambar 33 yang dihuni warga negara Yaman saat  membawa titipan uang dari seorang warga bertuliskan anbar 33.  
(IYD/IYD, 02/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki