Berita > Seputar TKI
Welcoming Program KJRI Jeddah, PMI yang Baru Datang Diperkenalkan Budaya dan Hukum Saudi
07 Aug 2018 02:21:44 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1327
Ket: PMI yang baru datang dikumpukan di KJRI Jeddah
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Seperti kata bijak "lebih baik mencegah dari pada mengobati", seperti itu pula langkah yang ditempuh KJRI Jeddah untuk memberikan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Arab Saudi.
 
Selain untuk pendataan dan lapor diri,  kebijakan yang dikemas dalam Welcoming Program tersebut bertujuan mengenalkan kebiasaan atau adat-istiadat, karakter warga Saudi, budaya kerja serta hukum yang berlaku di negeri dua Tanah Suci ini.
 
Pada Minggu, 5 Agustus 2018, KJRI Jeddah kembali menyambut kedatangan  sebanyak 32 PMI laki dan perempuan yang baru sepekan tiba di Arab Saudi. Dari jumlah itu, lima di antaranya  adalah tenaga perawat yang direkrut oleh Abeer Group. Selebihnya dipekerjakan di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah sebagai petugas kebersihan (building cleaner).
 
Welcoming Program dihadiri oleh Pelaksana Fungsi Konsuler-1 merangkap Koordinator Perlindungan Warga (KPW), Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler-2 merangkap Kepala Kanselerai, Rahmat Aming Lasim, Pelaksana Fungsi Pensosbud, Ahmad Syofian, dan Konsul Tenaga Kerja, Mochamad Yusuf.
 
Dalam kesempatan tersebut, para PMI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia  ini diingatkan agar pandai membawa diri selama bekerja di negeri orang yang mempunyai budaya, kebiasaan dan hukum yang berbeda.
 
Seperti disampaikan Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, dalam berbagai kesempatan bahwa perlindungan harus dimulai dari diri sendiri, antara lain melengkapi diri dengan dokumen yang sah dan menghormati kebiasaan dan hukum yang berlaku di negara setempat.
 
"Di mana bumi dipijak,  disitu langit dijunjung," ucap Konjen menyitir pepatah sebagaimana keterangan tertulsi yang diterima LiputanBMI, Senin (6/8/2018).
 
Berkaitan dengan hal tersebut, Safaat Ghofur menyampaikan bahwa berduan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya merupakan pelanggaran hukum di Arab Saudi yang bisa berakibat hukuman cambuk dan penjara.
 
"Banyak warga kita dipenjara gara-gara kasus akhlakiyah (perilaku tak patut)," ujar Safaat Ghofur.
 
Senada dengan KPW, Rahmat Aming juga mengingatkan PMI yang baru tiba agar tidak mengambil foto sembarangan.

"Jangan sekali-kali mengambil foto perempuan meskipun dia bercadar, tempat-tempat vital yang ada tanda larangan memotret atau merekam. Bapak-ibu bisa dipenjara," tegasnya. 
 
Kepala Kanselerai KJRI ini juga menyampaikan saluran pengaduan atau penyampaian informasi melalui call center, media sosial KJRI Jeddah, atau bila memungkinkan PMI bisa mendatangi langsung KJRI untuk menyampaikan permasalahannya.
 
Di ujung acara, Mochamad Yusuf mewanti-wanti rombongan PMI yang baru sepekan tiba di Arab Saudi ini agar tidak menandatangani dokumen apapun bila tidak mengerti isinya dan juga tidak menandatangani kontrak baru.
 
"Segera melapor kalau perusahaan tidak menggaji Bapak-Ibu seperti (besaran, Red) yang tertera dalam isi Perjanjian Kerja (PK)," tegas Konsul Tenaga Kerja ini.
 
Namun demikian, pria yang akrab disapa Pak Yusuf ini meminta agar mereka bekerja dengan sungguh-sunggu hingga masa kontrak berakhir, kecuali ada situasi mendesak seperti tindakan penganiayaan oleh perusahaan atau dipekerjakan tidak sesuai dengan isi kontrak.
 
(IYD/IYD, 07/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki