Berita > Seputar TKI
Program Pulang Sukarela Berakhir, Imigrasi Malaysia Kembali Gelar Operasi Besar-besaran
31 Aug 2018 19:35:16 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 5538
Ket: Datuk Sri Mustafar ketika memberi keterangan akan memburu sindikat perdagangan manusia
Foto: Star TV
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Operasi besar-besaran terhadap pekerja migran tak berdokumen atau biasa diistilahkan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) kembali dilakukan oleh Departemen Imigrasi Malaysia mulai Jumat, 31 Agustus 2018 setelah berakhirnya Program Penghantaran Pulang Sukarela (3+1) pada Kamis (30/8) kemarin.

Direktur Jenderal Imigrasi Datuk Seri Mustafar Ali mengatakan, operasi bertajuk Ops Mega 3.0 tersebut juga akan fokus pada penghancuran sindikat perdagangan manusia yang terlibat dalam perbudakan modern (modern slavery).

“Sindikat-sindikat ini mengklaim membawa pekerja asing untuk sektor atau industri tertentu tetapi para pekerja akhirnya bekerja di sektor-sektor lain secara keseluruhan. Kami menangkap sindikat di Jalan Masjid India baru-baru ini di mana para pekerja yang terdaftar untuk bekerja di tempat tertentu malah berbasis di tempat lain," kata Datuk Seri Mustafar seperti dilansir The Star, Jumat (31/8).

Antara tahun 2014 hingga 28 Agustus tahun ini, total PATI yang mendaftar program pulang sukarela sebanyak 867.336 orang dan mereka telah kembali ke negara asal masing-masing.

“Kami tidak akan memperpanjang (Program 3+1, Red) melampaui batas waktu 30 Agustus. Mulai Jumat, 31 Agustus 2018, kami akan menangkap PATI secara nasional," katanya.

Mustafar juga mengecam kelompok-kelompok tertentu yang menuntut Departemen Imigrasi memperlambat operasinya karena total yang ditangkap hanya mewakili sebagian kecil dari mereka yang diperiksa.

"Ini menunjukkan kita menangkap mereka yang berada di sini secara ilegal," jelasnya.

Dia mengatakan pihaknya tidak akan berkompromi dengan masalah keamanan dan kedaulatan negara.

"Mari kita tandai 31 Agustus sebagai bukan hanya Hari Nasional kita tetapi hari yang menandai peningkatan upaya untuk membebaskan negara dari PATI," tegasnya.


(FK/FK, 31/08)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki