Berita > Seputar TKI
Diduga Korban Trafficking, PMI Asal Subang Meninggal di Dubai
05 Oct 2018 00:19:47 WIB | Juwarih | dibaca 3003
Ket: Waskem Binti Rasidin Kulsum (47) warga Kampung Nunuk, RT. 019, RW. 001 Desa Kosambi, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat yang meninggal dunia di Dubai, UEA
Foto: Keluarga
Subang, LiputanBMI - Diduga direkrut secara Unprosedural/ilegal ke Uni Emirat Arab yang terindikasi korban tindak pidana perdagangan orang atau trafficking, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Waskem Binti Rasidin Kulsum (47) dikabarkan meninggal dunia di Dubai.

"Pada Senin 1 Oktober 2018 saya dapat kabar dari Teti (anak kandung PMI, Red), menginformasikan bahwa ibunya meninggal dunia karena serangan jantung saat bekerja sebagai PRT di Dubai," ucap Moh. Soleh, keponakan PMI kepada LiputanBMI, pada Rabu (3/10/2018).

Soleh mengatakan, Waskem merupakan warga Kampung Nunuk, RT. 019, RW. 001 Desa Kosambi, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, bibinya yang bekerja di UEA sejak 28 Juni 2018.

Dari keterangan keluarganya, kata Soleh, Waskem bekerja ke Dubai direkrut oleh pasangan suami-istri bernama Udin dan Hj. Mus, sponsor warga Dusun Kunir, Desa Simpar, Kecamatan Cipunegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

"Padahal pengiriman PMI ke Timur Tengah masih ditutup, kenapa sponsor berani merekrut bibi saya untuk ditempatkan ke Dubai," tanya Soleh.

Soleh menduga, Waskem bekerja ke Uni Emirat Arab direkrut oleh sponsor dengan secara unprosedural/ilegal yang terindikasi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (trafficking) dengan modus perekrutan tenaga kerja ke luar negeri.

"Dugaan saya, bibi telah jadi korban trafficking sehingga pihak perekrut harus bertanggung njawab atas meninggalnya almarhumah," ujar Soleh.

Selain meminta pertanggungjawaban dari pihak perekrut, Soleh juga berharap pihak pemerintah dalam hal ini Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai untuk segera memulangkan jenazah almarhumah ke kampung halamannya.

"Semoga KJRI Dubai secepatnya bisa memulangkan jenazah bibi saya ke Indonesia dan juga haknya," harapnya.

Sementara itu Budhi Prihantoro, Pejabat Fungsi Ekonomi KJRI Dubai saat dikonfirmasi LiputanBMI melalui pesan elektronik pihaknya membenarkan bahwa Waskem, PMI asal Subang telah menggal dunia dugaan sementara akibat sakit.

"Almarhumah meninggal karena sakit, padahal baru 3 bulan bekerja jadi disinyalir telah menderita penyakit sejak sebelum sampai di Emirat, karena berdasarkan penelusuran dari aparat setempat tidak ditemukan tanda-tanda kriminalnya" tutur Budhi Prihantoro, kepada LiputanBMI melalui pesan whatsapp, pada Rabu (3/10/2018).

Saat ditanya status ketenagakerjaan Waskem di Dubai sebagai PMI resmi atau unprosedural, Budhi mengatakan almarhumah tidak memiliki copy kontrak kerja.

"Sebagaimana diketahui bahwa pengiriman PMI sektor domestik ke UEA masih dalam moratorium oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2015. Jadi besar kemungkinan almarhumah melalui jalur lain," jelas pejabat Fungsi Ekonomi di KJRI Dubai.

Terkait kepulangan jenazah Waskem ke kampung halamannya, pihak KJRI sampai saat ini masih mengurus kelengkapan dokumen-dokumennya almarhumah.

"Pihak KJRI sudah menerima surat pernyataan dari suami almarhumah mengenai pemulangan jenazah dan sedang dilengkapi dokumennya, mengenai haknya dia, kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dengan majikannya," pungkasnya.
(JWR/IYD, 05/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki