Berita > Seputar TKI
Coba Suap Polisi Taiwan Supaya Tidak Ditangkap, Ini yang Dialami PMI Overstayer
08 Oct 2018 04:46:39 WIB | Hani Tw | dibaca 710
Ket: Bukti yang ditemukan polisi
Foto: Appledaily
Taipei, LiputanBMI - Seorang pekerja migran Indonesia bernama Awan 亞灣(34) yang berstatus overstayer mencoba menyuap polisi sebesar NTD 20.000 saat tertangkap di Kang Shan, Kaohsiung City beberapa hari lalu.

Sebagaimana dilansir media appledaily, Jumat (5/10) upaya penyuapan dilakukan Awan karena merasa tidak ada kesempatan lagi untuk melarikan diri, ia berharap supaya dibebaskan dan bisa tetap bekerja di Taiwan.

Awalnya Awan berpura-pura tidak bisa berbahasa mandarin, akan tetapi saat mau naik ke mobil polisi tiba-tiba ia membuka mulut dan mengatakan akan memberi uang NTD 15.000, akan tetapi saat itu juga polisi menolaknya.

"Maukah anda saya beri uang NTD 15.000. Di sini tidak ada siapa-siapa, tidak ada yang melihatnya," demikian kata Awan kepada polisi dengan harapan polisi mau menerimanya.

Merasa tidak berhasil menyuap polisi dengan nominal tersebut, Awan tidak kurang akal bahkan ia menaikkannya menjadi NTD 20.000 sambil mengharap kepada polisi untuk membantu melepaskannya.

"Bantu saya, bantu saya. Maukah saya tambah lagi menjadi NTD 20.000," harap Awan kepada polisi.

Sementara itu Kepala Kantor Polisi Shen Shue, Kang Shan, Kaohsiung City, Guo Zongxin 郭宗鑫) mengatakan, awalnya Awan mengaku baru sebulan di Taiwan. Akan tetapi saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan bukti transferan uang tiga bulan lalu.

"Awan berpura-pura tidak bisa berbahasa mandarin, saat kami interograsi ia mengaku baru sebulan di Taiwan," jelas Guo Zongxin.

Polisi merasa Awan berbohong, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan akhirnya diketahui dulu Awan masuk Taiwan secara resmi pada tahun 2013. Setelah masa kontrak habis pada akhir tahun 2016 ia tidak pulang ke negaranya, justru memilih jadi kaburan.

Lebih lanjut, kata Guo Zongxin, "Orang Indonesia mengira polisi Taiwan bisa disuap, dibeli dengan uang untuk menebus pelanggaran yang dilakukannya, bahkan berani menawar dengan menambah uangnya supaya bisa dilepaskan."

Saat ini Awan diserahkan ke Imigrasi untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku sambil menunggu dipulangkan ke Indonesia.
(HNI/IYD, 08/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki