Berita > Seputar TKI
PMI Asal Indramayu Hilang Ingatan, Keluarga Berharap Bantuan KJRI Jeddah Agar Bisa Dipulangkan
08 Oct 2018 13:47:17 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 925
Ket: Sodikin
Foto: LBMI
Jeddah, LiputanBMI - Tidak ingat apa-apa. Begitulah yang dialami Sodikin bin Kadir (46) Pekerja Migran Indonesia asal Desa Kerangkeng, Kecamatan Kerangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat setelah mengalami pingsan dua pekan lalu di tempat kerjanya di distrik Al Marwah, Jeddah.

Bapak dua anak ini datang ke Arab Saudi tahun 2009, bekerja pada sarikah Al Masah tetapi dipekerjakan sebagai sopir perumahan. Karena tidak ada kecocokan dengan majikan, pada tahun 2010 Sodikin kabur dan bekerja di tempat lain dengan status overstayer.

"Adik ipar saya diantar oleh majikanya dan dikasih uang SR 1000 (gaji 20 hari, Red), katanya pingsan dan sudah tidak ingat apa-apa," ujar Amat kakak ipar yang juga bekerja di Jeddah saat dikunjungi di kediamanya, Sabtu (6/10/2018).

Lanjut Amat, Sodikin sempat dibawa ke Tarhil Sumayshi (rumah detensi imigrasi) berharap dapat dipulangkan ke Indonesia. Namun sehari kemudian Sodikin dikeluarkan lagi karena belum dibalagh hurub (dilaporkan kabur) dan diantar taksi ke Jeddah.

"Kata petugas Tarhil suruh minta bantuan KJRI Jeddah agar dapat dipulangkan. Sekarang Sodikin sudah tidak mau makan nasi, hanya makan buah-buahan saja. Ditanya nama bapaknya saja sudah tidak ingat, harapan saya semoga KJRI Jeddah dapat membantu mengurus kepulangan adik saya," pungkasnya.
(IYD/IYD, 08/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki