Berita > Seputar TKI
Lagi, PMI Asal Cirebon 5 Tahun Tertahan di Arab Saudi Minta Dipulangkan
09 Oct 2018 21:14:46 WIB | Juwarih | dibaca 1848
Ket: PMI a.n Anasi Anasi Binti Tiyol (53), di Rumah Majikannya di Unayzah, Arab Saudi
Foto: Keluarga PMI
Cirebon, LiputanBMI - Lagi, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cirebon, Jawa Barat tidak bisa pulang akibat tertahan oleh majikannya saat bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Unayzah, Arab Saudi.

PRT bernama asli Anasi binti Tiyol (53), warga Blok Cimerta, RT 003, RW 006, Desa Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dilaporkan sudah 5 tahun tidak bisa pulang dari Arab Saudi.

Hal tersebut disampaikan Siti Nuryani, anak kandung Anasi kepada LiputanBMI melalui pesan elektronik, pada Selasa 9 Oktober 2018.

"Ibu saya sudah 5 tahun bekerja di Arab Saudi namun tidak bisa pulang karena majikan selalu tidak mengizinkan pulang," ucap Siti Nuryani kepada LiputanBMI.

Anak tunggal Anasi mengatakan, berdasarkan keterangan dari ibunya, bahwa sang majikan tidak mengizinkan pulang karena tahu bahwa nama yang di paspor dengan yang di kartu keluarga maupun dokumen lainnya berbeda nama.

"Nama asli Ibu saya itu Anasi Binti Tiyol, tapi kok kata ibu nama yang di paspor namanya berubah jadi Anari Binti Iyos Senya," tanya Siti.

Siti menyampaikan, ibunya berangkat bekerja ke Arab Saudi direkrut dan diberangkatkan oleh PT Aqbal Putra Mandiri yang beralamat di Jl. Eretan II No.37, RT 02/01, Condet, Jakarta Timur. Setibanya di Unayzah, Anasi bekerja pada majikan bernama Aminah Dhae Falah.

"Selain menahan kepulangan ibu saya, majikan pun menahan barang dan uang milik Anasi, yaitu 1 buah Handphone, emas sebesar 18 gram, dan uang sejumlah SR 5000," keluh Siti.

Siti berharap, pemerintah Indonesia yang di Jakarta maupun melalui perwakilannya yang di Arab Saudi bisa membantu menyelamatkan dan memulangkan Anasi ke Indonesia, mengingat usianya sudah cukup tua.

"Semoga saja doa saya dan ibu di kabulkan oleh Allah SWT, sehingga pemerintah dapat membantu menyelamatkan dan memulangkan ibu saya ke kampung halaman agar kami bisa berkumpul kembali," harapnya.
(JWR/IYD, 09/10)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki