Berita > Seputar TKI
Kisah PMI Juara Taichi, Biaya Sendiri untuk Raih Medali Atas Nama Negeri
03 Nov 2018 11:56:08 WIB | Yully Agyl | dibaca 292
Ket: Idi bersama besar, Hsia You Liu (kiri). Idi bersama Eulis dan pendamping (kanan)
Foto: Dokpri Idi Rasidi
Keelung, LiputanBMI - Ketika melihat seseorang berhasil meraih prestasi, janganlah berpikir semua begitu mudah didapat. Karena, setiap keberhasilan adalah buah dari usaha dan perjuangan yang pantang menyerah.
Hal inilah yang dilakukan Idi Rasidi, Pekerja Migran Indonesia asal Karang Anyar, Sukra, Indramayu yang pada hari Sabtu lalu (27/10/2018) berhasil meraih dua medali dalam Kejuaraan Olahraga Tai Chi Chuan International di Taipei, Taiwan.

Ketertarikannya mendalami olah raga Tai Chi, berawal dari pertemanannya dengan Eulis Komariah yang saat itu telah lebih dulu terjun menjadi atlit Tai Chi dengan segudang prestasi. Atas dorongan dan bimbingan Eulis dan guru besarnya (Hsia You Liu), Idi Rasidi terus mendalami dan memberanikan diri ikut pertandingan-pertandingan.

"Saya belajar Tai Chi sudah 3 tahun lebih. Kalau ikut pertandingan baru tiga kali ini.
Pertama ikut Formosa Cup se-Taiwan. Kedua pertandingan antar perguruan dan ketiga pertandingan internasional Sabtu lalu," ungkap Idi Rasidi kepada LiputanBMI, Jumat (2/11/2018).

Walau pun sempat mengalami cedera kaki, tapi semangat Idi untuk terus maju di Tai Chi tidak surut, bahkan untuk mengikuti kejuaraan internasional dia rela meminta izin tidak masuk kerja dan merogoh koceknya sendiri.
Ketika LiputanBMI menanyakan, kenapa tidak mengajukan proposal pembiayaan mengikuti kejuaraan internasional ke perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan, dengan rendah hati Idi Rasidi menjawab:

"Ikut kejuaraan ini kan atas kemauan saya sendiri. Saya belajar dari pengalaman Teh Eulis Komariah tahun lalu (2017, red) yang mengajukan proposal ke perwakilan Indonesia di Taiwan tetapi tidak ada respon, jadi saya merasa tidak perlu, dari pada ribet dan hasilnya nol. Saya akan malu sendiri."

"Yang pasti saya sangat berterima kasih kepada guru besar, guru pelatih harian, Teh Eulis, Toko Borobudur Pintung yang sudah turut membantu membiayai kebutuhan bertanding, juga keluarga dan teman-teman semua yang sudah menyemangati. Saya bukan apa-apa tanpa mereka dan keberhasilan saya juga belum seberapa. Semoga kedepannya bisa lebih baik dan bisa menginspirasi teman PMI yang lain," pungkas Idi Rasidi mengakhiri perbincangan.
(YLA/YLA, 03/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki