Berita > Ekosospol
Format Nomor ARC Taiwan Akan Diubah Pada Pertengahan 2019
06 Nov 2018 22:21:25 WIB | Yully Agyl | dibaca 204
Ket: Ilustrasi
Foto: CNA
Taipei, LiputanBMI - Rencana untuk perubahan format nomor Alien Resident Certificate (ARC) sesuai dengan kartu ID nasional (KTP) Taiwan kemungkinan akan berlaku pada semester pertama tahun depan. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri, Hsu Kuo-yung (徐國勇), Senin (5/11/2018).

Untuk mengakomodasi sistem penomoran baru ARC dan Sertifikat Penduduk Permanen Asing (APRC), data dalam sistem komputer dan menu drop-down di situs web pemerintah harus dimodifikasi. Hsu mengatakan, hal tersebut sudah dibicarakan dengan kabinet guna mendapatkan persetujuan untuk mendanai proyek yang diambil dari dana cadangan.

Hsu pertama kali mengumumkan rencana tersebut saat wawancara pekan lalu dengan TOPICS Bisnis Taiwan, yang diadakan setiap bulan oleh Kamar Dagang Amerika di Taipei.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri (MOI) mengatakan, perubahan kebijakan, jika diterapkan, akan mempengaruhi sekitar 1 juta pemegang ARC atau APRC, termasuk 690.000 pekerja migran, 30.000 tenaga profesional asing dan 300.000 pasangan asing warga negara Taiwan yang belum mendapatkan ID nasional.

Tindakan perubahan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan hidup yang ramah bagi warga negara asing karena itu akan membuat mereka lebih mudah dan meningkatkan rasa kepemilikan mereka di Taiwan.

Sebagaimana dilansir CNA, Selasa (6/11/2018), proposal perubahan itu telah mendapat reaksi beragam, karena pemegang ARC atau APRC harus mengubah nomor ID yang mereka gunakan untuk mendaftar di program asuransi kesehatan dan tenaga kerja, membuka rekening bank, berlangganan ke layanan telepon atau internet, mengajukan permohonan untuk surat izin mengemudi dan izin kerja, atau mendapatkan akses ke layanan lain.

Berbeda dari format ID nasional (KTP) Taiwan yang terdiri dari huruf dan angka sembilan digit, ARC dan APRC yang ada terdiri dari dua huruf diikuti dengan angka delapan digit, format itu tidak selalu diterima saat pendaftaran online atau sistem pemesanan.

Membahas bagaimana program semacam itu akan dilaksanakan, seorang pejabat Badan Imigrasi Nasional (NIA) mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba untuk "meminimalkan ketidaknyamanan yang disebabkan kepada pemegang ARC atau APRC" karena peralihan.

Jika sistem penomoran baru diadopsi, semua pemegang ARC akan diberi nomor baru ketika mereka memperbarui kartu, yang berlaku untuk maksimal tiga tahun.
Tetapi pemegang ARC juga akan diizinkan untuk mendapatkan kartu dengan nomor baru sebelum kartu lama mereka berakhir.

Namun, pemegang APRC tidak akan diminta untuk mengubah nomor jika mereka tidak mau karena kartu mereka memiliki masa berlaku yang tidak terbatas.

Menurut Hsu, biaya untuk memodifikasi data dalam sistem komputer dan mendesain ulang situs web yang dioperasikan oleh MOI diperkirakan antara NTD 50 juta hingga NTD 60 juta. Lembaga pemerintah lainnya yang perlu melakukan penyesuaian pada sistem komputer mereka yaitu, Kementerian Perhubungan dan Komunikasi, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, dan Komisi Pengawas Keuangan.
(YLA/YLA, 06/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki