Berita > Seputar TKI
Ratusan Warga Sambut Kedatangan Jenazah Nurhidayati yang Tewas Dicekik Pria Bangladesh di Singapura
03 Jan 2019 21:47:40 WIB | Juwarih | dibaca 9556
Ket: Suasana di rumah duka di Blok Gandok, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Saat menyambut kedatangan Jenazah Nurhidayati pada Kamis 3/12/2018.
Foto: LiputanBMI.com
Indramayu, LiputanBMI - Ratusan warga Desa Kenang, Indramayu menyambut kedatangan jenazah almarhumah Nurhidayati binti Wartono Surata (34), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di kamar hotel Golden Dragon, Singapura, akibat dicekik lehernya oleh Ahmed Salim, pria asal Bangladesh, pada Minggu 30 Desember 2018 lalu.

Jenazah tiba di rumah duka Blok Gandok, RT 015, RW 005, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sekitar pukul 16.40 WIB. Hanya beberapa menit singgah di rumah duka, jenazah langsung di makamkan di TPU Desa Kenanga.

Turut hadir dalam penyambutan jenazah, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, BP3TKI Bandung, pejabat Pemerintah Desa Kenanga, serta sejumlah aparat kepolisian dan TNI.

Pegawai BP3TKI Bandung, Riansa Manalu menyampaikan, pihak BNP2TKI dalam hal ini hanya memfasilitasi kepulangan. Adapun mengenai kronologis kasus dan hak-hak almarhumah, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari KBRI Singapura.

"Dalam hal ini, BNP2TK hanya memfasilitasi kepulangan jenazah dari Bandara Soekarno-Hatta ke kampung halamannya saja dulu. Mengenai penyebab kematian dan tentang hak-hak almarhumah, kami masih menunggu keterangan resmi dari pihak KBRI Singapura," kata Riansa Manalu.

Di tempat yang sama, Plt. Bupati Indramayu H. Supendi melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Hj. Sri Wulaningsih, secara langsung menyatakan turut berdukacita kepada keluarga korban.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu turut berdukacita atas meninggalnya putri bapak. Semoga keluarga diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini," ucap Kadisnaker Indramayu kepada keluarga Nurhidayati.

Senada dengan pegawai BP3TKI Bandung, Kadisnaker Indramayu pun mengaku masih belum mendapatkan ketenangan secara resmi penyebab kematian Nurhidayati, baik dari pihak KBRI Singapura maupun dari pemerintah pusat.

"Kami pun sama, masih menunggu keterangan resmi dari pihak KBRI Singapura," katanya.

(JWR/FK, 03/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-