Berita > Sosok
Dwi Antara, Mantan PMI yang Gagal Namun Sukses Jadi Pemandu Wisata di Bali
30 Jan 2019 20:39:59 WIB | Yully Agyl | dibaca 826
Ket: Foto Dwi Antara saat memandu wisatawan domestik dan mancanegara
Foto: Dok. Pri Dwi
Nasional, LiputanBMI - Menjadi pekerja migran dan gagal bukan berarti tidak ada kesempatan untuk sukses. Demikian kata Dwi Antara, mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan yang kini sukses sebagai pemandu wisata di Pulau Dewata, Bali.

"Pekerjaan sebagai pemandu wisata itu hanya sebagai freelance saja, tapi upahnya ya lumayan. Sebenarnya sudah ada tujuh kontrakan juga, tapi mengelola kontrakan kan tidak membutuhkan banyak waktu, jadi mengisi waktu longgar dengan pekerjaan lain," ungkap Dwi kepada LiputanBMI, Rabu (30/1/2019).

Dwi pernah menjadi korban penipuan agen yang memberangkatkannya ke Taiwan. Alih-alih ingin dapat bekerja dengan gaji besar di Taiwan, dia justru pulang tanpa uang sama sekali.

"Akhir tahun 2014, aku berangkat ke Taiwan, tapi cuma setahun. Niat awal ke Kroasia, tapi kata agen ada masalah pengurusan visa, akhirnya ngikut agen saja pindah haluan ke Taiwan agar lebih cepat bekerja. Tetapi siapa sangka, ke Taiwan pun juga gak beres karena agen mengurusnya memakai visa kunjung," cerita Dwi.

Menurut Dwi, karena sudah terlanjur membayar Rp 25 juta untuk proses, dia pun nekat berangkat ke Taiwan. Hanya enam bulan bekerja serabutan di pabrik dan kebun teh, selanjutan selama tujuh bulan diam di shelter Taichung menunggu proses kepulangan.

Kegagalan Dwi menjadi PMI rupanya adalah awal jalan keberhasilan di negeri sendiri. Bertempat tinggal di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, Bali, Dwi memulai bangkit. Pernah bekerja di hotel bintang tiga sebelum ke Taiwan, membuatnya punya pengalaman menjadi pemandu wisatawan domestik maupun manca negara.

Baginya, selama bekerja dengan sungguh-sungguh dan jujur, maka rezeki akan selalu ada. Permintaan memandu para wisata selain ada datang dari paguyuban yang diikuti, juga lebih sering atas rekomendasi dari tamu yang pernah memakai jasanya.

"Tujuan para pelancong harus kita pahami. Mau jalan-jalan atau belanja-belanja. Nah, saya tentunya harus bisa merekomendasikan tempat tujuan yang baik, mau hotel yang mahal atau biasa. Oya, bagi teman-teman yang ingin ke Bali dan butuh bantuan panduan bisa mengontak di WhatsApp saya di nomer +6281558489095, dengan senang hati saya akan melayani," pungkasnya.
(YLA/YLA, 30/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-