Berita > Seputar TKI
73% Pekerja Migran di Hong Kong Bekerja Lebih dari 13 Jam Sehari
18 Feb 2019 22:34:11 WIB | Hani Tw | dibaca 655
Ket: Pekerja migran rumah tangga di Hong Kong
Foto: Civilmedia.news
Hongkong, LiputanBMI - Hasil survei Fakultas Sosiologi Universitas Cina Hong Kong (CUHK) menunjukkan bahwa 70% Pekerja Rumah Tangga (PRT) migran di Hong Kong bekerja lebih dari 13 jam sehari.

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Migrasi dan Mobilitas Penduduk Fakultas Sosiologi CUHK tersebut secara detail menyebutkan bahwa 72% dari pekerja migran rumah tangga bekerja antara 13 hingga 16 jam sehari, 9% bekerja lebih dari 16 jam, dan 30% dari mereka masih harus bekerja selama liburan.

Tim peneliti menunjukkan bahwa undang-undang mengharuskan PRT migran tinggal bersama majikan sehingga kesulitan untuk mengontrol jam kerja mereka. Kurangnya hak privasi bagi pekerja rumah tangga dan tidak adanya ruang terpisah juga dinilai bisa meningkatkan risiko kekerasan dan pelecehan dari keluarga majikan.

Sebagaimana dilansir Civil Media (17/2) Tim Peneliti membagikan lembaran kuisioner dan mewawancarai sebanyak 2.017 PRT migran yang terdiri dari 1.405 PRT dari Filipina dan 612 PRT asal Indonesia yang rata-rata sudah bekerja selama 6 tahun.

Meskipun undang-undang mengharuskan adanya libur wajib dan setidaknya mendapat cuti tahunan tujuh hari, 35% responden mengatakan bahwa mereka diharuskan bekerja pada hari libur, 24% tidak menerima semua libur wajib, dan 59% tidak menerima cuti tahunan.

Sementara itu untuk permasalahan gaji, sekitar 7% mengatakan gaji mereka tidak dibayar tepat waktu dan 8% mendapat gaji bulanan lebih rendah dari upah minimum. Upah minimum PRT migran di Hong Kong adalah $ 4.310 perbulan.

Dalam undang-undang majikan diharuskan menyediakan tempat akomodasi yang layak dan sesuai untuk PRT migran. Namun, 44% responden mengatakan tidak disediakan kamar tidur pribadi dan 4% responden mengatakan telah dilecehkan oleh majikan.

Tim peneliti menyarankan agar pemerintah Hong Kong secara jelas mendefinisikan lingkungan akomodasi yang sesuai, seperti memiliki tempat tidur sendiri dan tingkat privasi bagi PRT migran.
(HNI/FK, 18/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-