Berita > Seputar TKI
Perda dan Koperasi PMI Jadi Prioritas Kerja Dasiwan Jika Terpilih
09 Apr 2019 19:50:41 WIB | Juwarih | dibaca 433
Ket: Sejumlah keluarga dan purna PMI di Dapil III Indramayu mendukung Dasiwan
Foto: TIM SEKAWAN (Sedulur Kang Dasiwan)
Indramayu, LiputanBMI - Dasiwan (42), purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) Taiwan yang maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD II Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, nomor urut 4 dari PDI Perjuangan di Dapil III Indramayu jika nanti terpilih berkomitmen akan memperjuangkan Peraturan Daerah (Perda) Pelindungan PMI dan Koperasi PMI.

Sebagaimana disampaikan Dasiwan saat ditemui LiputanBMI di kediamannya di Blok Desa Lama, RT 003, RW. 001, Desa Gadel, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa 9 April 2019.

"Perda dan Koperasi PMI akan jadi prioritas kerja saya jika nanti diberi amanah duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Indramayu untuk mewakili kepentingan para pekerja migran," ucap Dasiwan.

Menurut Dasiwan, Indramayu sebagai daerah pengirim PMI terbesar secara nasional (data BNP2TKI PMI asal Indramayu tahun 2018 sebanyak 22.144) menurutnya Pemerintah Daerah Indramayu seharusnya sudah punya peraturan daerah (Perda) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

"Sebagai daerah pengirim PMI terbesar, Indramayu seharusnya sudah memiliki Peraturan Daerah yang khusus untuk melindungi warga negaranya sebagai pekerja migran di luar negeri," kata caleg purna PMI Taiwan.

Dasiwan menilai, perlunya suatu regulasi berupa peraturan daerah di Indramayu mengingat proses perekrutan calon PMI di daerah masih ditemukannya praktek-praktek penipuan, pemalsuan dokumen, bahkan rentan dengan praktek tindak pidana perdagangan orang (human trafficking).

"Data penangan kasus dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu di tahun 2018 tercatat ada 54 aduan permasalahan PMI. Itu yang ditangani SBMI saja, sedangkan yang belum mengadu atau yang mengadu dilembaga lain saya yakin jumlah masih banyak," papar Dasiwan.

Dengan dibuatnya Perda Pelindungan PMI, Dasiwan menyakini permasalahan pekerja migran asal Indramayu dapat diminimalisir.

Selain peraturan daerah, Dasiwan pun akan memperjuakan pemberdayaan ekonomi untuk keluarga dan purna PMI.

"Agar warga Indramayu tidak berulang-ulang bekerja keluar negeri Pemda harus membuat program pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi untuk keluarga dan purna PMI," pungkasnya.
(JWR/IYD, 09/04)
Universitas Terbuka Riyadh
-