Berita > Seputar TKI
Mantan PMI Singapura Jadi Guru Bahasa Inggris PAUD di Jawa Tengah
11 May 2019 20:29:22 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1361
Ket: Atin (paling kanan) bersama guru-guru dan anak didiknya
Foto: Development Program Singapura/ Theresia
Nasional, LiputanBMI - Meski sempat memendam cita-citanya untuk menjadi seorang guru karena harus bekerja ke luar negeri, Rokhatin, mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah akhirnya bisa mewujudkan impiannya.

Berbekal pendidikan kursus Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Program Development di Singapura ketika masih menjadi PMI, Rokhatin berhasil menjadi asisten guru Bahasa Inggris untuk anak-anak PAUD KB. Kuncup Melati, Desa Batiombo, Kecamatan Bandar, Batang.

“Saya selalu ingat pesan kakak tutor, kalau mau maju harus berani melewati proses dan harus belajar ikhlas,” kata Rokhatin yang hanya lulusan Paket C dan beberapa ijazah kursus yang dia dapat selama di Singapura.

Rokhatin kembali ke Indonesia pada tahun 2015 setelah delapan tahun bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Singapura. Bekerja kepada majikan berkebangsaan Rusia dan mendapat hari libur setiap hari Minggu, dia memanfaatkannya dengan ikut kegiatan kursus Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Program Development Singapura.

Setiap sore, Rokhatin yang biasa dipanggil Atin itu bertugas mengantar les Bahasa Inggris anak majikannya, sehingga bisa melihat langsung suasana dan bagaimana cara mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak. Hal inilah yang membuat Atin ingin mewujudkan impiannya menjadi guru Bahasa Inggris.

Atin ketika mengajar di PAUD KB. Kuncup Melati
Ket. foto: Atin ketika mengajar di PAUD KB. Kuncup Melati
Sumber foto: Development Program Singa



“Waktu PAUD di desa saya butuh guru, saya beranikan diri untuk melamar. Saya ikhlas dengan gaji/honor berapa pun karena modal saya bukan pendidikan guru. Modal saya hanya kursus. Passion saya memang mendidik anak kecil dengan pengalaman mengasuh dan melihat langsung anak majikan les Bahasa Inggris setiap hari,” katanya.

Tak disangka, Atin mendapat kesempatan dan kepercayaan dari Kepala Sekolah KB. Kuncup Melati untuk menjadi asisten guru dan mulai mengajarkan Bahasa Inggris untuk anak PAUD dengan catatan, Atin harus siap melewati proses pendidikan guru non formal.

“Saya sudah ikut diklat dasar guru PAUD. Selanjutnya ikut Dikjut (diklat lanjutan) dan Dikhir (diklat mahir). Selesai 3 tahap pelatihan ini, saya bisa melanjutkan kuliah di IKIP Veteran Semarang selama dua tahun,” kata Atin yang juga membuka rumahnya untuk anak-anak yang mau belajar Bahasa Inggris.
(FK/FK, 11/05)

Universitas Terbuka Riyadh
-