Berita > Seputar TKI
Pemilu Ulang Metode Pos, WNI di Kuala Lumpur Nyoblos Lagi
13 May 2019 21:10:44 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 923
Ket: Ike Maya Sari
Foto: LBMIMY
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Warga Indonesia di Kuala Lumpur yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) sebagai pemilih pos kembali menggunakan hak pilihnya dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) metode pos Pemilu 2019 yang diadakan di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur.

PPLN Kuala Lumpur telah mengirimkan surat suara kepada pemilih melalui Pos Malaysia dalam tiga kali pengiriman, yaitu tanggal 29 April, 3 Mei, dan 6 Mei yang lalu.

Seorang WNI bernama Ike Maya Sari yang berprofesi sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Selangor mengatakan telah mendapat kiriman surat suara dari PPLN Kuala Lumpur yang dikirim ke alamat majikannya di daerah Ampang, Senin (13/5/2019) siang tadi.

“Saya baru dapat kiriman surat suara siang tadi dan sudah saya coblos. Besok biar dikirimkan kembali ke PPLN oleh majikan saya,” kata Ike yang mengaku pada awalnya tidak tahu bahwa pemilu metode pos diulang.

Sebelumnya, Ike sempat meragukan informasi tentang PSU metode pos di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur karena hingga batas akhir penerimaan surat suara pada 13 Mei 2019, ia belum mendapat kiriman surat suara.

“Awalnya saya tidak tahu kalau nyoblos lagi. Sempat pula informasi PSU metode pos ini saya anggap hanya isu karena mestinya surat suara harus dikirim balik ke PPLN sebelum tanggal 13 tapi untunglah batas akhir penerimaan diundur hingga tanggal 15 sehingga suara saya tidak hilang,” katanya.

Ike berharap dan mengajak seluruh WNI di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur yang terdaftar sebagai pemilih pos untuk menggunakan hak suaranya dalam PSU ini dan segera mengirimkan surat suara karena batas akhir penerimaan hanya tinggal dua hari agar tidak kehilangan suara.

Ketika dikonfirmasi LiputanBMI, Senin (13/5), Ketua PPLN Kuala Lumpur, Agung C Sumirat membenarkan bahwa batas akhir penerimaan surat suara yang awalnya dijadwalkan pada 13 Mei diundur hingga 15 Mei 2019.


(FK/FK, 13/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-