Berita > Cerpen Puisi
Suamiku Milik Istrinya...
22 May 2019 02:41:56 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1322
Ket: Ilustasi
Foto: google
Jeddah, LiputanBMI - Tersandar dalam keheningan malam, hati nan gelisah menyelimuti perasaan Rosita yang akan ditinggal cuti oleh suaminya Warsono. Ada hati yang tercabik namun hanya mampu ia pendam.

Di saat semua orang terlelap, dalam diam bersama keheningan Rosita bermunajat kepada Tuhan agar diberikan hati yang lapang dan ikhlas dalam menjalani irisan takdir sebagai istri kedua.

Sesekali ia memandang wajah Warsono yang sedang terlelap tidur sambil merapikan pakaian ke dalam koper yang akan dibawa pulang oleh suaminya.

Satu persatu baju dilipat, tak terasa air mata jatuh dari kedua kelopak matanya yang sudah membasah saat memasukkan barang-barang hadiah yang dibeli Warsono untuk madunya (istri pertama).

"Jangankan hadiah, sehelai kain pun belum pernah kamu belikan kepadaku sejak kita menikah mas. Aku sadar hanya sebagai istri pelampiasan kesepianmu saja," gumam Rosita dalam hati sembari mengusap air matanya.

Sebagai pekerja migran overstayer di Jeddah, Rosita tidak punya banyak pilihan hanya bisa menerima saat dipersunting Warsono. Baginya menikah menjadi pilihan terbaik sebagai tempat berlindung.

Meski Warsono memliki anak dan istri di kampungnya, namun kasih sayang Rosita begitu besar kepada suaminya. Dia tidak menuntut apa-apa dalam hal materi. Rosita tidak ingin membebankan apapun kepada suaminya, apalagi mengganggu hubungan pernikahan Warsono dengan istri pertama.

Adzan subuh berkumandang, Rosita pun membangunkan suaminya agar segera bersiap-siap. Pagi itu menjadi pemandangan yang syahdu bagi keduanya dengan mendirikan shalat berjamaah.

"Mah, kamu jaga diri baik-baik ya. Aku cuti hanya tiga bulan InsyaAllah kita bisa berkumpul lagi bersama," ucap Warsono sambil mencium kening Rosita.

"Iya pah...kamu juga jaga diri baik-baik semoga selamat sampai tujuan dan bisa berkumpul dengan keluargamu," timpal Rosita. dengan membalas mencium tangan Warosno

"Iya mah, papah mohon maaf jika seandainya nanti tidak ada kabar. Kamu juga minta tolong jangan hubungin aku selama cuti karena takut ketahuan istriku di kampung," tukas Warsono.

Mendengar ucapan itu tangis Rosita pecah, bibirnya tak mampu berkata-kata hanya bisa menahan sakit dalam hati sambil memeluk erat Warsono.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf bila ada kesamaan nama.
(IYD/IYD, 22/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-