Berita > Seputar TKI
Sempat Terlantar di Pelabuhan Qatar, 7 ABK Berhasil Dipulangkan ke Indonesia
01 Jun 2019 19:36:39 WIB | Juwarih | dibaca 4165
Ket: Ke 7 orang PMI ABK saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Foto: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI
Jakarta, LiputanBMI - Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha, telah berhasil memfasilitasi kepulangan tujuh orang Anak Buah Kapal (ABK) Markabi Phil, kapal yang berbendera Belize dari Qatar ke Indonesia, pada Kamis (30/5/2019).

Melalui postingan fanpage resminya, Kemenaker RI menyampaikan, bahwa ketujuh ABK tersebut berhasil dipulangkan ke tanah air setelah beberapa hari terlantar di pelabuhan Ras Laffan Port Doha, Qatar.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan RI, Eva Trisiana mengatakan, permasalahannya ini berawal dari adanya pengaduan dari salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang merupakan Kapten Kapal Markabi Phil ke KBRI Doha, pada 4 Februari 2019 lalu.

"Para PMI mengadu bahwa awak kapal termasuk kapten yang bekerja di Kapal Markabi Phil berbendera Belize tersebut dioperasikan oleh perusahaan Trelco Marine Service. Mengaku sejak Oktober 2018 belum mendapatkan gaji dan tidak mendapatkan pasokan air minum dan makanan," kata Eva Trisiana, dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada Sabtu (1/6/2019).

Lanjutnya, kasus ini muncul setelah tertangkapnya salah satu kapal milik perusahaan Trelco Marine Service oleh petugas, karena terlibat pembelian BBM ilegal yang menyeret manajemen Trelco Marine dan memburuknya manajemen perusahaan.

"Sehingga mengakibatkan penelataran kapal yang beroperasi dibawah manajemen Trelco Marine Service," kata Eva.

Eva menjelaskan, pihak KBRI Doha melalui Atase Ketenagakerjaan cepat tanggap merespon permasalahan tersebut dengan menemui para ABK dan memberikan logistik yang dibutuhkan.

Selain itu, KBRI Doha pun langsung berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat dan pihak perusahaan pemilik kapal untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, akhirnya kita bisa memulangkan para ABK yang selama ini terlantar di pelabuhan. Mereka kini telah kembali ke tanah air sehingga bisa merayakan Idul Fithri di kampung halamannya," ucap Eva.

Dalam kesempatan ini juga, Direktur PPTKILN Kemenaker RI memberikan apresiasi kepada Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha yang telah bertindak cepat merespon penanganan kasus ini.

"Kami mengapresiasi atas kinerja Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha yang bertindak cepat dalam merespon permasalahan ini," ujar Direktur PPTKILN Kemenaker RI.

Kata Eva, untuk meningkatkan pelindungan bagi PMI sektor ABK pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan RI sedang menyusun Rancangan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mengenai Pelindungan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan.

"Aturan turunan tersebut ditargetkan paling lama sebelum akhir tahun ini sudah selesai," pungkasnya.
(JWR/IYD, 01/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-