Berita > Seputar TKI
Apes, Ditinggal Mandiin Pasien, Uang Gaji PMI Dua Bulan Raib
01 Jun 2019 20:51:26 WIB | Hani Tw | dibaca 4847
Ket: Uang gaji dua bulan di taruh di dalam tas (foto dilingkari) raib ketika ditinggal Cindy memandikan paisen
Foto: Internet dan dok.pribadi
Chiayi, LiputanBMI - Nasib malang menimpa salah satu pekerja migran Indonesia asal Pemalang Jawa Tengah, Cindy, ia kehilangan uang NTD 25.000 ketika sedang memandikan Ama di kamar mandi ruangan pasien rumah sakit Kristen, Chiayi pada Kamis (30/5/2019) .

Saat dikonfirmasi LiputanBMI (31/5/2019) Cindy mengatakan, ama yang dijaganya sedang dirawat di rumah sakit Kristen Chiayi, Ama menempati sebuah kamar dengan jumlah pasien tiga orang. Masing-masing pasien punya perawat sendiri, satu perawat dari Indonesia sedangkan satunya lagi berasal dari Cina daratan atau Talu.

Saat itu majikan baru saja memberikan gajinya selama dua bulan dan Cindy membawa uang tersebut ke rumah sakit. Rencananya mau dikirim ke Indonesia untuk keluarga supaya bisa digunakan belanja karena mau lebaran.

Tanpa ada prasangka apapun, Cindy menaruh tasnya ke dalam laci, kemudian ditinggal memandikan Ama di kamar mandi. Ketika keluar dari kamar mandi, didapatinya uang dalam tas hilang. Sepontan Cindy lemas, ia tidak menyangka sama sekali kalau ada pencuri di dalam rumah sakit, kemudian ia segera lapor polisi.

Dikarenakan di dalam kamar pasien tidak ada camera cctv, sedangkan polisi hanya memeriksa melalui cctv di ruangan administrasi maka tidak ditemukan siapa pencurinya.

Akhirnya, melalui bantuan temannya, Cindy melaporkan kasusnya ke TCESIA, dengan harapan uangnya masih bisa ditemukan kembali atau paling tidak bisa mengetahui siapa pencurinya supaya tidak ada kejadian yang akan menimpa orang lain.

Melalui seorang penerjemah TCESIA, Cindy dibawa ke kantor polisi untuk melakukan pelaporan secara tertulis.
Saat ditanya TCESIA Cindy mengaku sudah tidak punya uang sama sekali, ia meminjam uang kepada majikan untuk jaga-jaga jika butuh sesuatu selama di rumah sakit.

Sementara itu, petugas TCESIA yang tidak mau disebut namanya mendengar kasus yang dialami Cindy merasa hiba, ia langsung meminta nomor rekening Cindy di Indonesia.

Petugas tersebut mengatakan kalau ada salah seorang pemilik kantor agen akan memberikan sedikit uang supaya bisa meringankan beban keluarga Cindy yang di Indonesia.

Cindy merasa terharu dan bahagia sekali, ia tidak menyangka ada orang Taiwan yang berhati mulia, peduli dengan orang yang bukan apa-apanya.

Ia menulis surat yang ditujukan kepada TCESIA sebagai ucapan terima kasih atas segala bantuan juga atas kiriman uangnya, sehingga anak dan keluarganya bisa membeli keperluan untuk hari raya. Ia tidak akan melupakan kebaikan petugas TCESIA semoga Allah memberikan balasan kepada mereka semua.
(HNI/YLA, 01/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-