Berita > Seputar TKI
Dapat Simcard Gratisan di Bandara, PMI Asal Wonosobo Berurusan Dengan Polisi Taiwan
06 Jun 2019 22:04:51 WIB | Hani Tw | dibaca 14615
Ket: Seorang PMI asal Wonosobo tersangkut kasus penipuan dengan menggunakan nomor telpon yang didapatkan secara gratis di bandara Soeta
Foto: Internat dan dokumen pribadi
Taichung, LiputanBMI - Seorang pekerja migran asal Wonosobo, Lia (32) terkejut ketika tiba-tiba menerima surat panggilan dari kepolisian Taichung dengan tuduhan terlibat kasus penipuan pada akhir Mei 2019 lalu.

Saat dikonfirmasi LiputanBMI (6/6/2019), Ria mengatakan, selama di Taiwan tidak pernah keluar kemana-mana selain mengantar pasien yang dirawat ke rumah sakit untuk cuci darah, iapun jarang sekali libur.

"Majikan juga heran orang aku liburnya cuman pas lebaran sama waktu ada lesti doang. Aku di rumah terus nggak pernah keluar kecuali ke rumah sakit antar ama cuci darah, "jelas Lia melalui pesan elektronik.

Lanjut Lia, saat mendatangi kantor polisi Taichung (3/6/2019) kemarin, petugas kepolisian memberitahu bahwa nomor telponnya dipakai orang untuk melakukan penipuan.

"Polisi bilang nomor aku dipakai orang untuk melakukan penipuan, tapi anehnya kok nggak dijelasin penipuan apa, "jelas Lia, pekerja perawat lansia di kota Taoyuan.

"Lagian nomor telpon yang dipakai buat melakukan penipuan itu nomor yang masih saya pakai sampai sekarang, "lanjutnya.

Masih menurut Lia, ia mendapatkan nomor simcard tersebut dari bandara Jakarta ketika mau berangkat terbang ke Taiwan secara gratis dan bukan dia saja yang mendapatkannya waktu itu.

"Sewaktu di bandara menunggu check in, ada orang tak dikenal (seperti warga keturunan cina, red.,) bagi-bagi simcard gratis. Saya dan teman-teman yang lain di suruh tanda tangan sekaligus menunjukkan paspor ke orang tersebut, "ungkap Lia.

Lebih lanjut Lia mengatakan, ia tidak pernah menyangka sama sekali kalau sesampainya di Taiwan akan berurusan dengan hukum.

Ia merasa menyesal kenapa percaya begitu saja dan dengan mudahnya menyerahkan paspor kepada orang yang tidak dikenal hanya demi mendapatkan simcard gratisan.

Menurut Lia, kepolisian Taichung juga merasa heran karena nomor telpon masih aktif dan dipakai Lia akan tetapi kenapa bisa digunakan orang lain untuk melakukan penipuan.

Sampai saat ini kepolisian Taichung akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus Lia dan berusaha untuk bisa mengungkap siapa pelakunya. Sementara Lia masih menunggu surat panggilan sidang dari pengadilan.
(HNI/IYD, 06/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-