Berita > Ekosospol
Kelas Belajar Bahasa Mandarin Gratis di New Taipei Dimulai Bulan Juli, Simak Infonya
14 Jun 2019 06:23:53 WIB | Yully Agyl | dibaca 1668
Ket: Program belajar bahasa Mandarin gratis di New Taipei
Foto: CNA
Taipei, LiputanBMI - Program belajar bahasa Mandarin gratis di kota New Taipei dirancang bagi pekerja migran untuk membantu mereka berasimilasi dengan lebih cepat di dalam masyarakat akan diadakan lagi tahun ini dan akan dimulai pada awal Juli.


Sebagaimana dilansir CNA, Selasa (11/6/2019), seorang pejabat di Divisi Layanan Pekerja Asing, Departemen Urusan Buruh New Taipei, Huang Yu-wen (黃郁雯) menyampaikan, kelas-kelas itu akan dimulai pada 7 Juli dan akan dibagi menjadi empat bagian sesuai negara asal pekerja (Indonesia, Vietnam, Filipina dan Thailand).

Kelas-kelas dikelompokkan dan mereka dibimbing instruktur dwibahasa untuk membantu mengajarkan materi pelajaran. Tiap kelas dibatasi sekitar 30 siswa, yang akan diajarkan simbol fonetik, komunikasi dan dialog, membaca, dan belajar dengan menyanyi.


Setiap kelompok awalnya akan melalui program pemula dasar pada setiap hari Minggu selama tujuh minggu, dimulai 7 Juli hingga 18 Agustus. Selanjutnya ada program lanjutan yang terdiri dari enam kelas yang dimulai pada Agustus hingga September.

Dengan menawarkan kelas-kelas bahasa Mandarin kepada pekerja asing secara gratis, diharapkan program ini dapat meminimalkan hambatan bahasa dan memberi para pekerja pemahaman mendalam tentang adat dan kebiasaan hidup masyarakat setempat.

Partisipasi terbatas pada pekerja migran asing di New Taipei. Untuk informasi lebih lanjut tentang proses pendaftaran, mereka dapat menghubungi nomor 02-2366-1368.

Program ini pertama kali dimulai pada tahun 2016, dan setelah absen satu tahun pada tahun 2017, program ini dilanjutkan pada tahun 2018.
Menurut statistik Departemen Tenaga Kerja, New Taipei memiliki 98.156 pekerja migran asing pada akhir April, 42.165 berasal dari Indonesia, 34.471 berasal dari Vietnam, 14.040 berasal dari Filipina dan 7.479 dari Thailand dan satu orang dari Malaysia.
(YLA/YLA, 14/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-