Berita > Seputar TKI
PMI di Malaysia Berharap Program Kompaun Dipermudah dan Dipermurah
28 Jun 2019 21:54:02 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 3570
Ket: PMI pekerja bangunan di Malaysia
Foto: MSucipto/LBMIMY
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia khususnya yang berstatus tak berdokumen resmi (undocumented) berharap, kerajaan mempermudah dan mempermurah Program Serah Diri Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) atau lebih populer dengan istilah Program Kompaun.

Program Kompaun atau Program Serah Diri PATI adalah program pemulangan pekerja migran tak berdokumen ke negara asal dengan cara membayar kompaun (denda) ke kerajaan Malaysia melalui Jabatan Imigresen Malaysia (JIM).

“Menurut kami, Program Kompaun ini merupakan cara yang cukup efektif untuk memulangkan PATI ke negara asal, termasuk PATI asal Indonesia. Kami berharap, program yang informasinya akan dibuka mulai bulan depan ini prosesnya dipermudah dan biayanya dipermurah dengan tanpa melibatkan agensi swasta dalam pengurusannya,” kata Ketua Komunitas Serantau, Suherman dalam perbincangan dengan LiputanBMI, Jumat (28/6).

Sebagai komunitas pekerja migran asal Indonesia yang anggotanya terdiri dari berbagai paguyuban WNI, kata Suherman, Komunitas Serantau banyak mendapat pertanyaan terkait program ini. Menurutnya, sejak Program Kompaun ditutup pada 30 Agustus 2018 lalu, tidak ada lagi jalan bagi PMI tak berdokumen yang ingin pulang.

Sebelumnya, kerajaan Malaysia pernah membuka Program Kompaun bagi PATI dengan biaya sebesar RM 800 (belum termasuk tiket) dan proses pengurusannya melalui agensi swasta.

Sejak program tersebut ditutup, PATI yang ingin pulang harus membayar kompaun ke Putrajaya (bukan program serah diri) dengan proses yang cukup rumit dan biayanya relatif mahal.

"Untuk itu, kami berharap bulan depan kerajaan jadi membuka Program Kompaun dan tentu saja harapan kami prosesnya dipermudah dan biayanya lebih murah dari program yang dulu,” katanya.

Baru-baru ini, beredar informasi di media sosial mengenai Program Serah Diri PATI yang disebutkan akan dimulai pada 1 Juli hingga 31 Desember 2019.

Baca: Program Kompaun, KBRI KL Imbau WNI di Malaysia Tunggu Pengumuman Resmi

Melalui Surat Edaran bernomor 0060/WN/06/2019/07 tertanggal 18 Juni 2019, KBRI Kuala Lumpur menjelaskan telah berkoordinasi dengan JIM mengenai program tersebut.

Berdasarkan informasi JIM kepada KBRI Kuala Lumpur, program tersebut adalah usulan JIM dan saat ini masih menunggu persetujuan Kementerian Dalam Negeri dan Kejaksaan Agung Malaysia.

KBRI Kuala Lumpur mengimbau WNI di Malaysia untuk menunggu pengumuman resmi dari JIM dan KBRI tentang kepastian terkait proses dan biaya program serah diri yang dalam selebaran di media sosial disebut dengan Program Back for Good (B4G).
(FK/FK, 28/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-