Berita > Seputar TKI
Kutsiyah, Dua Puluh Tahun Hilang Kontak di Arab Saudi
01 Jul 2019 20:58:42 WIB | Yully Agyl | dibaca 635
Ket: Kutsiyah, PMI asal Malang yang 20 tahun hilang kontak.
Foto: Dok. Pri
Malang, LiputanBMI - Kutsiyah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi asal Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur telah hampir 20 tahun tanpa kabar berita.

Menurut keterangan anaknya, Kutsiyah berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2000 dan hanya satu kali memberi kabar keluarga melalui surat.

Pada tahun 2002 pihak keluarga pernah mendapat surat dari sang majikan yang menginformasikan bahwa Kustiyah meninggal dunia. Namun, pihak keluarga tidak yakin Kutsiyah telah meninggal dunia.


"Ibu berangkat saat aku dan adikku masih kecil, bahkan adikku masih bayi saat itu. Seingatku, kira-kira aku kelas 5 SD, ada surat dari majikan ibu yang memberitahukan dia meninggal dunia karena sakit. Setelah itu, hingga saat ini tak ada lagi kabar berita tentang ibu," ungkap Moch. Sobirin,anak Kustiyah kepada LiputanBMI, Senin (1/7/2019).

Masih menurut Sobirin, keluarga tidak mengetahui PJTKI yang memberangkatkan Kutsiyah dan tidak mengetahui (lupa) nama calo yang merekrutnya. Hanya foto lama dan usang, satu-satunya kenangan yang ada.


"Kami sekeluarga belum yakin benar ibu telah meninggal, karena pernah baca berita majikan di Arab membuat kabar bohong tentang pekerjanya agar pekerjanya itu tidak dicari keluarganya. Itulah sebabnya, kami ingin dengan pemberitaan ini ada yang bisa membantu mencari keberadaan ibu. Terutama mohon kepada KBRI di Arab Saudi untuk melacaknya," harap Sobirin.


Saat ini, kata Sobirin, pihak keluarga, terutama Misdi (suami Kutsyiah) sangat berharap bisa mendapat titik terang tentang Kutsiyah sekaligus berharap bisa mendapat kepastian apakah Kutsiyah masih hidup atau sudah meninggal.

Untuk itu, kepada siapa pun yang pernah mengenal atau mengetahui keberadaan Kutsiyah di Arab Saudi diharap menghubungi nomor telepon/WhatsApp nomor hp +6285704915167 atau melalui Fb Yhubhie.
(YLA/YLA, 01/07)
Universitas Terbuka Riyadh
-