Berita > Seputar TKI
Dewanti, WNI Asal Lampung 7 Tahun Hilang Kontak di Malaysia
11 Jul 2019 21:07:42 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 836
Ket: Dewanti
Foto: dok.keluarga/ Sapri
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Dewanti binti Sapri (29), WNI asal Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur, Bandar Lampung dilaporkan hilang kontak dengan keluarga sejak pergi ke Malaysia mengikuti suaminya pada tahun 2012 lalu.

Menurut keterangan keluarganya, Dewanti menikah dengan warga Trengganu, Malaysia bernama Yusof bin Mohd (65) pada tahun 2011. Mereka menikah di Batam dan Dewanti yang ketika itu masih berusia 21 tahun (menikah dengan duda 57 tahun) langsung diboyong suaminya ke Malaysia.

“Sekitar satu tahun di Malaysia, Dewanti pulang ke Lampung dalam keadaan hamil. Ketika itu anak saya bilang sudah tidak mau kembali ke Malaysia lagi karena katanya di sana dia tertekan,” kata Sapri, ayah Dewanti kepada LiputanBMI, Kamis (11/7).

Namun, lanjut Sapri, setelah Dewanti melahirkan dan anaknya baru berusia empat bulan, suaminya datang ke Lampung dan mengajak Dewanti ke Malaysia lagi tanpa membawa anaknya. Anak Dewanti yang diberi nama Alyubi (sekarang berusia 7 tahun) ditinggal di Lampung dan dirawat Sapri.

alamat suami Dewanti yang tertulis di surat nikah
Ket. foto: alamat suami Dewanti yang tertulis di surat nikah
Sumber foto: dok.keluarga/ Sapri



“Sejak saat itu, Dewanti tidak pernah menghubungi keluarga sama sekali. Di surat nikah, alamat suaminya tertulis, Lot 2139 Perumahan City Loh, Jalan Kemaman Dungun 24300 Kerteh, Trengganu. Namun, keluarga tidak mengetahui secara pasti apakah Dewanti masih berada di rumah suaminya atau berada di tempat lain,” tutur Sapri.

Saat ini keluarga sangat mengharapkan Dewanti pulang karena pada bulan September nanti Alyubi (anaknya) akan dikhitan. Oleh karena itu keluarga berharap Dewanti membaca berita ini. Keluarga juga meminta tolong kepada siapa pun yang mengetahui keberadaan Dewanti di Malaysia agar menghubungi nomor telepon/WA +62 819-4412-3253 (Sapri).

“Dewanti … pulanglah. Alyubi sangat mengharapkan kehadiranmu saat dikhitan nanti. Mohon kepada saudara-saudaraku di Malaysia yang mengetahui keberadaan Dewanti agar diberitahukan bahwa keluarga sangat mengharap kepulangannya atau hubungi nomor Whatsapp di atas,” pungkas Sapri.


(FK/FK, 11/07)

Universitas Terbuka Riyadh
-