Berita > Ekosospol
Cek Medis dan Potong Rambut Gratis Bagi Pekerjanya Migran Akan Diadakan di TMS
31 Jul 2019 15:39:46 WIB | Yully Agyl | dibaca 685
Ket: Kegiatan cek medis gratis di TMS Taipei
Foto: CNA
Taipei, LiputanBMI - Pekerja migran di Taipei akan dapat pemeriksaan kesehatan dan potong rambut gratis pada Minggu (11 Agustus 2019). Kegiatan ini di bawah inisiatif pemerintah kota Taipei sejak awal tahun.

Dilansir dari CNA, Selasa (30/7/2019), sekretaris Kantor Tenaga Kerja Asing dan Cacat Kota Taipei (FDLO), Chen En-mei (陳恩 美), mengatakan, pemeriksaan medis akan mencakup tinggi dan berat badan, tekanan darah serta pemeriksaan mata dan gigi.

Acara akan dilaksanakan di Taipei Main Station (TMS). Para pekerja migran yang ingin mendapatkan cek medis, serta potong rambut gratis, akan diminta untuk menunjukkan ARC mereka dan kartu asuransi kesehatan nasional.
Informasi tentang topik yang berhubungan dengan kesehatan, seperti pencegahan HIV, juga akan dibagikan oleh penasihat kesehatan.

Menurut Chen, kesempatan itu untuk menunjukkan kepada para pekerja migran bahwa pemerintah kota peduli dengan mereka. Dalam kesempatan tersebut, ada kegiatan lain seperti permainan bahasa Mandarin sederhana. Dalam permainan itu pekerja migran bisa memenangkan hadiah kecil jika mereka dapat mengenali karakter untuk barang-barang rumah tangga biasa seperti pasta gigi, sabun dan handuk.

Di bawah inisiatif FDLO, acara serupa telah diadakan pada 28 April lalu, dan akan ada dua kesempatan lagi yang dijadwalkan pada 20 Oktober dan 8 Desember mendatang.

Semua acara ini diadakan pada hari Minggu karena pada saat itulah sebagian besar pekerja migran memiliki hari libur dan banyak dari mereka biasanya berkumpul di TMS untuk bersosialisasi dengan teman.

Harapan Chen, para pekerja migran mengunakan kesempatan itu dan datang berpartisipasi dalam cek medis gratis.

Data Kementerian Tenaga Karja mencatat, pada akhir Juni, ada 707.954 pekerja migran di Taiwan, dengan Indonesia sebagai sumber terbesar, terhitung 269.826, diikuti oleh Vietnam dengan 222.938, Filipina 154.685, dan Thailand 60.503.
Data statistik FDLO mencatat, di Taipei jumlah pekerja migran pada akhir Mei adalah 46.554, 92,5% di antaranya bekerja sebagai pengasuh.



(YLA/YLA, 31/07)
Universitas Terbuka Riyadh
-