Berita > Seputar TKI
Siti Aisah, PMI Asal Malang 16 Tahun Hilang Kontak di Malaysia
03 Aug 2019 21:26:06 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 580
Ket: Siti Aisah
Foto: dok.keluarga/ Arifin
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Salah satu persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang seolah tak pernah ada habisnya adalah masalah hilang kontak dengan keluarga. Redaksi LiputanBMI banyak mendapat pengaduan dari keluarga PMI tentang anggota keluarga mereka yang hilang kontak di berbagai negara tujuan.

Kali ini, Siti Aisah, PMI di Malaysia asal Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur dikabarkan hilang kontak dengan keluarganya selama 16 tahun.

“Tolong bantu di-share. Kami sedang mencari Siti Aisah asal Brongkal, Pagelaran - Malang. Sudah 16 tahun di Malaysia tidak pulang-pulang. Ciri yang mudah dikenali yaitu matanya yang satu tidak bisa melihat. Keluarga sangat merindukan Siti Aisah,” kata Arifin, adik Siti Aisah kepada LiputanBMI, Sabtu (3/8/2019).

Menurut Arifin, Siti berangkat ke Malaysia pada tahun 2003 lalu melalui sebuah PJTKI. Ketika sekitar lima bulan sesampainya di Malaysia, Siti pernah menghubungi keluarga melalui telepon. Setelah itu, ia sama sekali tidak memberi kabar keluarga hingga sekarang

Informasi yang diketahui keluarga, Siti yang saat ini berusia sekitar 33 tahun itu di Malaysia bekerja sebagi Pekerja Rumah Tangga (PRT). Namun, pihak keluarga tidak mengetahui secara pasti alamat rumah majikannya.

Pihak keluarga, lanjut Arifin, tidak tahu harus bertanya kepada siapa untuk mencari keberadaan Siti Aisah di Malaysia karena PT yang memberangkatkannya sudah tutup. Untuk itu, kata Arifin, melalui pemberitaan ini keluarga berharap bisa mendapat kabar tentang Siti.

Untuk itu, Arifin berharap dan meminta tolong kepada siapa pun yang pernah mengenal dan/atau mengetahui keberadaan Siti Aisah di Malaysia atau di mana pun berada agar menghubungi nomor telepon/WA +6281333787632.

“Mohon kepada teman-teman di Malaysia yang mengetahui keberadaan Mbak Siti agar menghubungi nomor WA saya. Kami sangat mengharapkan Mbak Siti pulang. Keluarga, terutama ibu dan bapak sangat merindukannya,” harap Arifin.

(FK/FK, 03/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-