Berita > Seputar TKI
Maemunah alias Sumenah, PMI Asal NTB 16 Tahun Hilang Kontak di Malaysia
04 Aug 2019 13:50:22 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 793
Ket: Maemunah alias Sumenah
Foto: dok.keluarga/ Saparudin
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Maemunah atau biasa dipanggil Sumenah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia asal Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikabarkan hilang kontak dengan keluarganya sejak tahun 2003.

Informasi yang diketahui keluarga, Maemunah yang saat ini berusia sekitar 35 tahun itu berkerja di sebuah kedai (toko) di Jln. Mentimun 3, Taman Ahmad Perang 81900, Kota Tinggi, Johor, Malaysia. Namun, keluarga tidak bisa memastikan apakah sekarang Maemunah masih bekerja di alamat tersebut atau sudah pindah kerja ke tempat lain.

“Kami kehilangan kontak sejak tahun 2003. Dulu dia pernah bilang mau dimadu sama bosnya. Awalnya, beberapa kali memberi kabar keluarga melalui surat dengan alamat Kota Tinggi, Johor. Tapi karena alamat kami berubah setelah Lombok Utara pisah dari Lombok Barat, keluarga tidak lagi mendapat surat atau kabar dari kakak,” kata Saparudin, adik Maemunah kepada LiputanBMI, Minggu (4/8/2019).

alamat terakhir Maemunah alias Sumenah di Johor
Ket. foto: alamat terakhir Maemunah alias Sumenah di Johor
Sumber foto: dok.keluarga/ Saparudin



Pihak keluarga, lanjut Saparudin, tidak tahu harus bertanya kepada siapa agar bisa mendapat kabar tentang Maemunah karena yang diketahui keluarga, PT yang memberangkatkan kakaknya sudah tutup.

Di kampung halamannya, Maemunah meningalkan seorang bapak bernama Munggah dan ibu bernama Naskip. Saat ini, kata Saparudin, keluarga terutama kedua orang tuanya sangat mengharapkan Maemunah pulang.

Untuk itu, Saparudin berharap dan meminta tolong kepada siapa pun yang mengetahui keberadaan Maemunah alias Sumenah di Malaysia atau di mana pun berada agar menghubungi nomor telepon +6285339337091.

“PT yang memberangkatkan kabarnya sudah lama tutup. Mohon kepada teman-teman di Malaysia yang mengetahui keberadaan Maemunah atau Sumenah agar menghubungi nomor telepon saya. Kami sangat berharap dia bisa pulang berkumpul kembali dengan keluarga,” harap Saparudin.
(FK/FK, 04/08)

Universitas Terbuka Riyadh
-