Berita > Seputar TKI
Sempat Tertahan di RS Malaysia, Akhirnya Jenazah PMI Asal Banyuwangi Tiba di Indonesia
06 Sep 2019 07:41:35 WIB | Juwarih | dibaca 684
Ket: Kiri, serah terima jenazah dari pihak P4TKI Banyuwangi ke Keluarga. Tengah, jenazah almarhumah sedang di, Kanan, Rohmatun Wasiah pertama kali diketahui oleh warga sekitar rumah kontrakan di Malaysia dalam kondisi sudah meninggal dunia
Foto: Tim Advokasi SBMI Banyuwangi
Banyuwangi, LiputanBMI - Sempat tertahan beberapa hari di RS Tengku Ampuan Rahmah, Selangor untuk proses pemulangan jenazah almarhumah Rohmatun Wasiah dari Malaysia, dikarenakan tidak ada bantuan biaya pemulangan dari pihak pemerintah pusat maupun daerah. Akhirnya jenazah tiba di kampung halamannya di Banyuwangi, pada Kamis (5/9/2019).

Almarhumah Rohmatun Wasiah merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi sudah meninggal dunia di salah satu rumah kontrakan di Malaysia, pada Jumat 30 Agustus 2019 yang lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Tim Advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Banyuwangi, Mohammad Koim kepada LiputanBMI pada Kamis (5/9/2019).

"Jenazah sempat menginap beberapa hari di RS Tengku Ampuan Rahmah, Selangor, Malaysia dikarenakan tidak ada bantuan biaya pemulangan dari pihak pemerintah Indonesia. Mengingat almarhumah di Malaysia sebagai PMI un-dokument/ilegal," kata pria yang akrab dipanggil Koim.

Namun kata Koim, berkat aksi solidaritas penggalangan dana oleh teman-teman sesama PMI di Malaysia, akhirnya jenazah almarhumah Rohmatun Wasiah bisa dipulangkan ke kampung halaman di daerah Banyuwangi.

"Alhamdulillah, atas aksi penggalangan dana teman-teman PMI Banyuwangi di Malaysia akhirnya, jenazah RW bisa dipulangkan," ucap Koim.

Koim mengatakan, awalnya pada Jumat tengah malam (30/8/2019) dirinya di telepon oleh salah satu Pengurus Paguyuban PMI Banyuwangi di Malaysia menginformasikan bahwa ada salah satu PMI asal Banyuwangi yang belum diketahui identitasnya telah ditemukan meninggal dunia di salah satu rumah kontrakan di Selangor , Malaysia.

"Awalnya jenazah almarhumah sempat tidak dikenali karena tidak ditemukannya identitas diri apapun dan hanya meninggalkan nomor kontak telepon anggota keluarga yang di Indonesia," jelas Koim.

Setelah ramai di media sosial, Koim dapat kabar dari salah satu PMI di Malaysia bahwa almarhumah merupakan warga Banyuwangi. Kemudian dirinya langsung telepon keluarganya, dangan memberikan arahan agar segera mengadu ke Disnaker dan P4TKI Banyuwangi.

Selain dari pihak keluarga, Koim pun telah menginformasikan sekaligus meminta bantuan kepada Disnaker dan P4TKI, Pemerintah Daerah Banyuwangi, BNP2TKI dan ke Kementerian Luar negeri untuk biaya pemulangan jenazah ke tanah air karena PMI dari keluarga tidak mampu/miskin.

"Namun tidak direspon oleh instansi pemerintah terkait permohonan bantuan biaya pemulangan jenazah, dan hanya difasilitasi pengurusan administrasi oleh KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, serta bantuan mobil ambulance dari pihak P4TKI Banyuwangi untuk menjemput jenazah dari Surabaya ke Banyuwangi. Adapun untuk biaya RS dan travel pemulangan ditanggung oleh iuran donasi solidaritas kawan kawan PMI di Malaysia," pungkasnya.
(JWR/YLA, 06/09)
Universitas Terbuka Riyadh
-