Berita > Seputar TKI
KBRI Qatar Berhasil Temukan Ranti PMI Asal Indramayu yang 13 Tahun Hilang Kontak
11 Sep 2019 00:18:19 WIB | Juwarih | dibaca 5042
Ket: PMI a.n Ranti Ratnaningsih saat di wawancarai oleh Tim Perlindungan WNI KBRI Qatar, pada Selasa 10 September 2019
Foto: KBRI Qatar
Indramayu, LiputanBMI - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha telah berhasil menemukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak selama 13 tahun 4 bulan saat bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Qatar, pada Selasa (10/9/2019).

PRT tersebut bernama Ranti Ratnaningsih binti Kanita (29), merupakan PMI warga Blok Bangunarja, RT 011, RW 003, Desa Purwajaya, Kecamatan Kerangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Setelah kami berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Qatar, hari ini majikan menepati janjinya untuk membawa Ranti ke KBRI," ucap Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler I KBRI Qatar, Heru Budiarso, saat dikonfirmasi LiputanBMI melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (10/9/2019).

Kata Heru Budiarso, setibanya Ranti di kantor KBRI Qatar, setelah selesai di wawancarai oleh Tim Perlindungan WNI kemudian difasilitasi video callan langsung dengan keluarga di Indramayu.

"Setelah selesai diwawancarai, Ranti kami fasilitasi untuk berinteraksi langsung dengan keluarganya melalui video call," ujar Pejabat Fungsi Protkons I KBRI Qatar.

Heru Budiarso menjelaskan, setelah mendapat surat aduan dari pihak Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu selaku kuasa hukum keluarga PMI, pihaknya langsung melakukan pengecekan data.

"Dari data paspor awalnya tidak kami temukan PMI bernama Ranti Ratnaningsih, namun setelah melihat photo dan nama keluarga pada amplop surat akhirnya ditemukan yang bersangkutan nama berdasarkan di paspor yaitu Ranti Bt Kanita Majunah," jelas Heru Budiarso.

Setelah data indentitas diri Ranti ditemukan, kemudian pihak KBRI Qatar menyampaikan aduan ke Imigrasi Qatar.

"Setelah menyampaikan aduan, Kami selanjutnya terus berkoordinasi dengan imigrasi Qatar," paparnya.

Sementara itu, Masni (43), Ibu kandung PMI dan anggota keluarga lainnya mengungkapkan rasa kebahagiaan setelah bisa secara langsung berinteraksi melalui video call dengan anaknya yang sudah lama putus komunikasi.

"Walaupun Ranti belum pulang ke rumah, namun saya sudah merasa senang karena bisa melihat wajah anak saya dan juga kabarnya yang sudah lama dinanti-nantikan," kata Masni saat ditemui di kediamannya.

Dalam kesempatan ini, Masni menyampaikan ucapan terima kepada pihak-pihak yang sudah membantu menemukan anaknya selama 13 tidak di ketahui keberadaannya.

"Terima kasih SBMI. Terima kasih Pak Jokowi. Terima Kasih KBRI Qatar, yang sudah membantu menemukan anak saya," ucapnya.

Ketua SBMI Indramayu, Juwarih menambahkan, pihaknya mengapresiasi kinerja dari Tim Perlindungan WNI KBRI di Doha, Qatar yang sudah merespon dengan cepat pengaduannya.

"Kami sangat mengapresiasi kinerja dari Tim Perlindungan WNI KBRI Qatar yang langsung tanggap dan respon terhadap aduan kami sehingga dalam waktu cepat mendapatkan hasil," pungkasnya.
(JWR/IYD, 11/09)
Universitas Terbuka Riyadh
-