Berita > Seputar TKI
Dalam Sehari Imigrasi Taiwan Berhasil Tangkap 387 Overstayer, Paling Banyak dari Indonesia
19 Oct 2019 19:15:19 WIB | Hani Tw | dibaca 10358
Ket: Imigrasi mengadakan operasi sweeping dalam sehari berhasil menangkap 387 overstayer
Foto: Newtalk
Taipei, LiputanBMI - Operasi sweeping yang diadakan oleh imigrasi Taiwan dimulai sejak dini hari tadi 19/10/2019 (malam Sabtu, red.,) hingga pukul 4 sore berhasil menangkap 387 pendatang asing overstayer, dan paling banyak adalah pendatang asing overstayer dari Indonesia.

Sebagaimana diberitakan United Daily News (19/10/2019), tim satuan khusus imigrasi bekerja sama dengan Biro Penjaga laut (Coast Guard), juga badan investigasi nasional Taiwan mengadakan operasi sweeping besar-besaran di beberapa area yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpulnya pendatang asing maupun pekerja migran overstayer.

Menurut catatan Imigrasi 387 orang yang berhasil ditangkap, 240 orang adalah pekerja migran yang overstayer, jumlah terbanyak berasal dari Indonesia yaitu 122 orang dan sisanya 112 orang berasal dari Vietnam.

Sementara 147 orang lainnya adalah pendatang asing yang overstayer, termasuk 82 orang dari Vietnam dan 51 orang lainnya berasal dari Indonesia.

Selain itu, dalam operasi sweeping tersebut juga berhasil menangkap sebanyak 35 orang agen ilegal serta majikan illegal 140 orang.

Direktur Imigrasi, Qiu Feng-guang(邱豐光) mengatakan bahwa pada awal tahun hingga pertengahan tahun 2019 telah diberlakukan program kemudahan bagi yang overstayer di Taiwan, meskipun program tersebut telah selesai akan tetapi operasi sweeping akan tetap dilakukan untuk mengurangi pendatang asing yang overstayer.

“Meskipun program tersebut telah selesai, kita akan terus memperkuat penyelidikan tempat-tempat di mana orang asing suka berkumpul, seperti lokasi konstruksi, toko-toko warga asing, restoran dan bangunan lainnya,” jelas Qiu Feng-guang.

Imigrasi juga mengingatka kepada warga Taiwan atau siapa saja yang mengenal pendatang asing yang overstayer supaya mendorong mereka untuk segera menyerahkan diri. Jika mereka datang menyerahkan diri hanya dikenakan denda NTD 2.000 hingga NTD 10.000 dan tidak perlu ditahan.

Adapun jika diketahui ada majikan yang memperkerjakan pekerja migran overstayer maka akan dikenakan denda hingga NTD 750.000.
(HNI/IYD, 19/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-