Berita > Seputar TKI
Muyasiroh, PMI Asal Indramayu Tiba di Tanah Air Setelah 15 Tahun Hilang Kontak
24 Nov 2019 18:06:16 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 4436
Ket: PMI a.n Muyasiroh, saat tiba di Terminal III, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 24 November 2019.
Foto: SBMI Indramayu
Jakarta, LiputanBMI - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Muyasiroh binti Ruslani (30), warga Blok Panggang, RT. 004, RW. 002, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat akhirnya tiba di tanah air, pada Minggu 24 November 2019.

Setelah sebelumnya dilaporkan selama 15 tahun hilang kontak saat bekerja di Oman. Kemudian ditemukan dan dibantu proses pemulangannya oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat.

Hal tersebut disampaikan ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih, pada saat mendampingi keluarga menjemput kepulangan Muyasiroh di Terminal III, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

"Setelah ditemukan dan proses pemenuhan haknya, Muyasiroh baru bisa dipulangkan ke Indonesia pada hari ini," ujar Juwarih saat dikonfirmasi LiputanBMI melalui pesan singkat WhatsApp.

Juwarih mengatakan, Muyasiroh pulang dari Muscat Internatonal Airport pukul 02.35 waktu setempat, menggunakan pesawat Oman Air WY849 tiba di Terminal III, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, jam 13.20 WIB.

Setibanya di terminal 3, dengan dihantar pegawai BNP2TKI yang sedang bertugas di Bandara Muyasiroh dipertemukan dengan keluarga yang sejak dari pagi menunggunya.

"Tampak terlihat jelas ekspresi kebahagiaan Muyasiroh dan keluarganya saat berpelukan meneteskan air mata bahagia, mengingat pelukan pertama baru dirasakan keduanya setelah 15 tahun terpisah," pungkasnya.

Diketahui, Muyasiroh ditemukan dan dipulangkan ke Indonesia setelah keluarga mengadukan permasalahannya yang 15 tahun hilang kontak saat bekerja di Oman, ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, pada 13 Oktober 2019.

Kemudian, SBMI Indramayu meneruskan aduan dari keluarga Muyasiroh ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negara RI secara tertulis pada 15 Oktober 2019.

Aduan tersebut langsung direspon dan ditindaklanjuti oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oman, pada 24 Oktober 2019 KBRI Muscat berhasil menemukan Muyasiroh dan langsung memfasilitasi video call dengan keluarganya di Indramayu.

Setelah pemenuhan hak di majikan kedua terselesaikan, kemudian pada 24 Oktober 2019 dengan menggunakan pesawat Oman Air WY849 Muyasiroh dipulangkan ke Indonesia melalui Muscat Internatonal Airport ke Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
(IYD/IYD, 24/11)
Universitas Terbuka Riyadh
-