Berita > Seputar TKI
Ini Ungkapan Keluarga PMI Indramayu Setelah 15 Tahun Terpisah
25 Nov 2019 13:27:36 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 722
Ket: PMI a.n Muyasiroh saat tiba di kampung halamannya di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu 24 November 2019
Foto: LiputanBMI
Indramayu, LiputanBMI - Setelah sebelumnya dilaporkan selama 15 tahun hilang kontak saat bekerja di Oman, Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat akhirnya kembali bisa merasakan nikmatnya berkumpul dengan keluarga di kampung halamannya.

PMI tersebut bernama Muyasiroh binti Ruslani (30), warga Blok Panggang, RT. 004, RW. 002, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tiba di tanah air, pada Minggu 24 November 2019.

"Alhamdulillah, akhirnya anak perempuan saya bisa pulang dan kembali berkumpul dengan keluarga," ucap syukur Masroti, Ibu kandung Muyasiroh dengan mata berkaca-kaca menunjukan ekspresi kebahagiaannya.

Kata Masroti, sebagai seorang Ibu saat anaknya sudah tidak diketahui lagi keberadaannya serta putus komunikasi sudah pasti perasaan cemas dan hawatir itu terus menyelimuti sertiap hari sampai mengetahui kabar baik tentang anaknya.

"Terima kasih ya Allah sudah mengabulkan doa saya yang setiap saat terus berdoa meminta agar bisa kembali dipertemukan dengan Muyasiroh" ucapnya.

Senada dengan istrinya, Ruslani, ayah Muyasiroh pun merasakan kebahagiaannya ketika kembali dipersatukan dengan anaknya yang sejak 4 Oktober 2004 lalu berpamitan untuk bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) ke luar negeri tidak diketahui kabarnya.

"Saat kembali bisa memeluk Muyasiroh, yang saya rasakan saat ini, saya merasa orang yang palingan bahagia di desa saya, Ujar Ruslani.

Dalam kesempatan ini, Ruslani menyampaikan ucapan terima kepada pihak-pihak yang sudah terlibat membuat menemukan dan memulangkan anaknya dari Muscat, Oman.

"Terima kasih SBMI Indramayu, terima kasih Pemerintah Indonesia yang sudah membantu menemukan dan memulangkan anak saya dari Oman," ucapnya.

Sementara itu, Muyasiroh pada saat ditanya LiputanBMI terkait alasan kenapa tidak memberi kabar ke orang tuanya, yang bersangkutan hanya diam karena masih belum bisa untuk berbicara menggunakan bahasa Indonesia.

Pasalnya selama 15 tahun bekerja di Oman dirinya belum pernah bertemu dengan orang Indonesia, namun pada saat ditanya apakah bahagia bisa kembali berkumpul dengan keluarga? dirinya hanya menganggukkan kepada menandakan ia pun meraksan kebahagiaannya bisa pulang ke kampung halamannya.

Diketahui, Muyasiroh ditemukan dan dipulangkan ke Indonesia setelah keluarga mengadukan permasalahannya yang 15 tahun hilang kontak saat bekerja di Oman, ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, pada 13 Oktober 2019.

Kemudian, SBMI Indramayu meneruskan adauan dari keluarga Muyasiroh ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negara RI secara tertulis pada 15 Oktober 2019.

Aduan tersebut langsung direspon dan ditindaklanjuti oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Oman, pada 24 Oktober 2019 KBRI Muscat berhasil menemukan Muyasiroh dan langsung memfasilitasi video call dengan keluarganya di Indramayu.

Setelah pemenuhan hak di majikan kedua terselesaikan, kemudian pada 24 November 2019 dengan menggunakan pesawat Oman Air WY849 Muyasiroh dipulangkan ke Indonesia melalui Muscat Internatonal Airport ke Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.


(IYD/IYD, 25/11)
Universitas Terbuka Riyadh
-