Berita > Seputar TKI
Pekerja Migran Bawa Masker Masuk Taiwan Harus Ajukan Permohonan Perizinan ke Dinas Kesehatan
02 Feb 2020 22:26:17 WIB | Hani Tw | dibaca 3279
Ket: Pekerja Migran Bawa Masker Masuk Taiwan Harus Ajukan Permohonan Perizinan ke Dinas Kesehatan
Foto: United Daily News
Taipei, LiputanBMI - Semakin merebaknya wabah virus Corona, semakin sulit untuk membeli masker di Taiwan sekarang ini, banyak pekerja migran yang membawa atau titip kepada teman untuk dibawakan masker dari negara asal.

Namun menurut kepala bagian Administrasi Makanan dan Obat-obatan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Wu Zheng-Ning, wisatawan harus mengajukan perizinan masuk (impor) secara khusus untuk ditinjau kembali, terlepas dari apakah mereka membawa dalam jumlah banyak maupun sedikit.

Dikutip dari United Daily News (2/2/2020), Wu Zheng-Ning menyatakan, menurut "Undang-Undang Farmasi", masker medis perlu dilisensikan terlebih dahulu, terlepas dari apakah itu dibuat atau diimpor, apalagi jika dibawa oleh penumpang dengan jumlah yang melampaui batas.

Sementara itu tim redaksi Indosuara, Mila Luxita Sari mengatakan, meskipun mereka (pekerja migran red.,) sebenarnya juga mengetahui kalau di toko retail 7-eleven, FamilyMart juga menjual masker akan tetapi masih banyak yang tidak kebagian atau sudah habis saat mereka mau membeli.

Oleh karena itu, beberapa pekerja migran mengambil kesempatan saat kembali ke kota asal, mereka membeli masker dalam jumlah besar dan membawanya kembali ke Taiwan untuk digunakan sendiri atau dibagikan kepada teman mereka. Akan tetapi mereka tidak mengetahui peraturan hukum, persyaratan, prosedur dan jumlah maksimum masker yang boleh dibawa masuk ke Taiwan.

Selain itu, banyak majikan yang tidak menyediakan masker kepada pekerja migran sehingga mereka harus merogoh kocek sendiri untuk membeli masker buat persediaan.

Adapun menurut pimpinan Global Worker's Organization (GWO) Taiwan, Shu Rue-Xi (徐瑞希), karena banyaknya pekerja migran yang tidak kebagian masker atau tidak punya persediaan, maka mereka membawa masker dari negara asal atau mengirimnya melalui jasa post maupun jasa pengiriman swasta.

Shu Rue-Xi mengimbau agar Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan dapat mempertimbangkan hal tersebut, selama periode darurat, untuk pencegahan epidemi supaya memudahkan pekerja migran yang mengirimkan masker melalui pos atau mengizinkan membawa masker masuk Taiwan.
(HNI/IYD, 02/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-