Berita > Info Penting
Taiwan: Share Berita Hoak yang Membuat Masyarakat Panik Bisa Terancam Denda NTD 3 Juta
23 Mar 2020 21:25:19 WIB | Hani Tw | dibaca 1294
Ket: http://www.liputanbmi.com/bmioff/index.php?page=berita_foto_upload&brt_ID=3748
Foto: CECC
Taipei, LiputanBMI - Pusat komando epidemi sentral Taiwan (CECC) mengumumkan peraturan hukuman denda NTD 3.000.000 bagi siapa saja yang menyebarkan berita palsu dan meresahkan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala CECC Chen Shi-Chong (陳時中) dalam jumpa pers pada hari Senin, 23 Maret 2020.

Chen Shi-Chong memberikan contoh berita palsu yang disebarkan di internet sepert, "mulai besok Taiwan akan menerapkan liburan (wajib) bagi siswa, pekerja karena virus baru COVID-19 selama dua minggu" dan atau informasi palsu lainnya.

Terkait kasus menyebarkan berita palsu, CECC akan meneruskannya ke polisi untuk penyelidikan dan ditindaklanjuti sesuai dengan hukum.

CECC menyarankan apabila melihat berita yang belum jelas sumbernya supaya jangan mengirim ulang atau mengeshare.

Selain itu, apabila kita menerima informasi tentang situasi epidemi atau langkah-langkah pengendalian yang tidak diketahui sumber atau asalnya, maka harus memeriksa terlebih dahulu kebenarannya, dan tidak mendistribusikannya sesuka hati.

Tindakan tersebut dilakukan supaya tidak melanggar pasal 14 dari Undang-undang khusus tentang Pencegahan dan Rehabilitasi Pneumonia Infeksi Khusus yang Parah atau pasal 63 ayat 1 paragraf 5 UU tentang Pemeliharaan Ketertiban Sosial.

Sementara itu, untuk mengetahui perkembangan virus Corona COVID-19 atau ingin memverifikasi berita yang beredar, di bawah ini ada beberapa link resmi dari dinas Kesehatan Taiwan:

1. Bagian Pneumonia Menular Khusus yang Parah dari CDC: http://at.cdc.tw/xP90P0

2. Pusat Pemeriksaan Fakta TFC Taiwan: https://tfc-taiwan.org.tw/

3. Cofacts untuk mengecek berita benar atau salah: LINE id search @cofacts

4. Ferifikasi informasi resmi LINE: https://fact-checker.line.me/
(HNI/IYD, 23/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-