BNI Saudi Arabia
Berita > Seputar TKI
PPMI DPLN Malaysia Telah Salurkan 1547 Paket Sembako kepada WNI Terdampak PKP
18 May 2020 08:12:33 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1247
Ket: pengurus PPMI DPLN Malaysia ketika menyerahkan bantuan sembako
Foto: PPMI DPLN Malaysia
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Sejak pemerintah Malaysia menerapkan kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) akibat pandemi virus corona, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia Dewan Pimpinan Luar Negeri (PPMI DPLN) Malaysia telah menyalurkan 1547 paket sembako kepada WNI yang terdampak.

Ketua PPMI DPLN Malaysia, Mirwan, mengatakan, paket sembako tersebut telah disalurkan kepada WNI yang pada umumnya berprofesi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai lokasi sekitar kawasan Kuala Lumpur mulai 26 Maret 2020.

“Sembako yang telah kami dibagikan keseluruhannya sebanyak 1547 paket dengan perincian, 910 paket dari PPMI dan 637 paket bantuan dari KBRI Kuala Lumpur. PPMI Malaysia mulai menyalurkan bantuan sembako dari 26 Maret 2020 sampai sekarang. Alhamdulillah hari ini kita menyalurkan bantuan di Sungai Pencala sebanyak 23 paket,” kata Mirwan kepada LiputanBMI, Minggu (17/5).

pengurus PPMI DPLN Malaysia ketika menyerahkan bantuan sembako
Ket. foto: pengurus PPMI DPLN Malaysia ketika menyerahkan bantuan sembako
Sumber foto: PPMI DPLN Malaysia



Tak hanya untuk anggota PPMI di Malaysia, lanjut Mirwan, paket sembako yang dibagikan PPMI juga diserahkan kepada siapa pun pekerja asal Indonesia yang memerlukan bantuan.

“Penyerahan bantuan kami utamakan kepada migran yang sangat memerlukan dan untuk anggota PPMI di Malaysia,” katanya.

Terkait dana untuk pengadaan logistik, menurut Mirwan, selain dana kas dan sumbangan pengurus, PPMI DPLN Malaysia juga mendapat donasi dari pihak luar.

“Sumber dana dari kas dan sumbangan pengurus PPMI DPLN Malaysia, serta ada donasi dari luar. Donatur yang paling banyak menyumbang adalah rekan saya sesama peniaga di pasar malam dan uptown. Adapun bantuan dari luar, yaitu dari parpol Gerindra 32 paket, PKS 23 paket, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) 49 paket, dan 75 paket dari Lembaga Pencegahan Jenayah Malaysia,” ujar Mirwan.

pengurus PPMI DPLN Malaysia ketika menyerahkan bantuan sembako
Ket. foto: pengurus PPMI DPLN Malaysia ketika menyerahkan bantuan sembako
Sumber foto: PPMI DPLN Malaysia



Lebih lanjut Mirwan mengatakan, meskipun pemerintah Malaysia telah sedikit melonggarkan kebijakan PKP dengan adanya perubahan istilah PKP menjadi PKP Bersyarat (PKPB), berdasarkan temuan PPMI DPLN Malaysia masih banyak WNI yang memerlukan bantuan sembako.

Saat ini, kata Mirwan, kendala yang dihadapi PPMI DPLN Malaysia adalah keterbatasan persediaan logistik dan dana operasional. Padahal PPMI masih banyak mendapat aduan dari WNI di Malaysia terkait permintaan bantuan sembako.

“Tapi, selagi ada donatur dan keuangan PPMI masih ada, insya Allah kami akan terus salurkan bantuan mengingat masih banyak saudara-saudara kita yang belum bisa bekerja karena PKPB telah diperpanjang hingga satu bulan ke depan,” pungkas Mirwan.
(FK/FK, 18/05)

Universitas Terbuka Riyadh
-