BNI Saudi Arabia
Berita > Seputar TKI
HTW Laporkan PT CCUK ke Polisi Atas Dugaan Praktik Trafficking
20 May 2020 07:51:18 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 2366
Ket: tanda terima laporan HTW ke Bupati dan Polres Kediri
Foto: HTW
Nasional, LiputanBMI - Human Trafficking Watch (HTW) atau Pemantau Perdagangan Manusia melaporkan PT Citra Catur Utama Karya (CCUK) ke Polres Kediri atas dugaan tindak pidana perdagangan orang (trafficking) dengan modus pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dengan cara memalsukan identitas.

PT CCUK merupakan sebuah PJTKI (sekarang istilahnya P3MI) yang salah satu kantor cabangnya berada di Kabupaten Kediri, Jawa Tmur. HTW melaporkan PT CCUK ke Polres Kediri pada 5 Februari 2020.

“Tindakan PT CCUK sudah masuk kategori trafficking sebagaimana ketentuan Pasal 2 UU No 21 Tahun 2007 tentang PTPPO. Antara lain memberangkatkan tenaga kerja ke luar negeri dengan cara memalsukan identitas. Bahkan, yang dipalsukan identitasnya itu ada yang masih di bawah umur,” kata Ketua HTW, Patar Sihotang, SH,MH kepada LiputanBMI, Rabu (20/5).

Menurut Patar, ada 28 warga Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri yang identitasnya dipalsukan oleh PT CCUK. Mereka telah diberangkatkan PT CCUK ke Hong Kong dan Taiwan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dijelaskan Patar, 28 warga Desa Jambean tersebut diberangkatkan PT CCUK ke Hong Kong dan Taiwan dengan menggunakan identitas orang lain.

“Negara harus hadir! 28 rakyat Indonesia mengunakan dokumen palsu harus diselamatkan dari Taiwan dan Hongkong karena mereka korban mafia human trafficking,” jelas Patar.

Penyerahan dokumen berupa data diri 28 warga Desa Jambean serta sejumlah dokumen pendukung lainnya, kata Patar, telah diterima Polres Kediri pada 6 Mei 2020. Tak hanya membuat laporan ke Polres Kediri, HTW juga melaporkan kasus ini ke Bupati Kediri.

“Laporan HTW terkait kasus ini sudah mendapat atensi dari Mabes Polri. Pelakunya harus masuk penjara. Bupati Kediri juga harus ikut bertanggung jawab. Masak ada 28 orang warga Kediri statusnya menjadi tidak jelas, tapi bupati tidak ambil tindakan,” tegas Patar.
(FK/FK, 20/05)
Universitas Terbuka Riyadh
-