Berita > Ekosospol
Akhiri PKPB, Malaysia akan Berlakukan PKPP Mulai 10 Juni – 31 Agustus 2020
07 Jun 2020 18:34:18 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 13444
Ket: PM Muhyiddin
Foto: RTM TV3
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Pemerintah Malaysia mengumumkan akan mengakhiri kebijakan pembatasan sosial atau dalam bahas setempat disebut Perintah Kawalan Pergerakan Bersyarat (PKPB) dalam rangka membendung pandemi Covid-19 pada 9 Juni 2020.

Selanjutnya, mulai 10 Juni hingga 31 Agustus 2020, pemerintah Malaysia akan memberlakukan pembatasan sosial dengan istilah baru, yaitu Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP).

"Pada petang ini saya akan mengumumkan satu berita yang agak melegakan kepada Anda semua. PKPB yang akan berakhir pada 9 Juni 2020 akan digantikan dengan Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan atau PKPP yang akan dimulai pada 10 Juni 2020 hingga 31 Agustus 2020," kata Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin di Putrajaya, Minggu (7/6).

Dalam masa PKPP ini, lanjut PM Muhyiddin, lebih banyak kelonggaran diberikan kepada warga untuk menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari, tetapi harus tetap mematuhi SOP yang digariskan pemerintah secara terus-menerus.

PM Muhyiddin menjelaskan, mulai 10 Juni 2020 perjalanan melintas negeri (antarprovinsi) akan diperbolehkan kecuali di kawasan zona merah atau kawasan yang termasuk Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD).

"Jadi bagi mereka yang ingin menziarahi ibu-bapak yang tinggal berjauhan di negeri lain bolehlah berbuat demikian. Cuma nasihat saya senantiasalah jaga kebersihan diri, pakai masker apabila berada di tempat umum dan mengelakkan tempat yang sesak saat pulang ke kampung," katanya.

Lebih lanjut PM Muhyiddin mengatakan, dalam tempo PKPP hampir semua aktivitas sosial, pendidikan, keagamaan, perniagaan, sektor ekonomi dan sebagainya akan beroperasi seperti semula secara bertahap dengan pematuhan sepenuhnya kepada SOP.

"Seperti yang telah diumumkan oleh Menteri Kanan Pertahanan, layanan gunting rambut dan salon akan diperbolehkan. Pasar terbuka, pasar pagi, pasar malam, kantin, food court, food truck dan gerai makan juga akan diperbolehkan," katanya.

Selain itu, aktivitas komersial yang melibatkan tata niaga jual beli dan pemasaran bukan dalam gedung juga diizinkan beroperasi. Hal itu termasuk dalam daftar yang diperbolehkan adalah kunjungan ke museum, laundry, aktivitas kolam pancing dan syuting film.

Sementara di bidang olah raga, hanya jenis olah raga yang yang tidak melibatkan sentuhan badan seperti bowling, badminton, memanah, menembak dan lain-lain yang akan dibuka kembali. Pertandingan olah raga atau permainan yang melibatkan banyak penonton di stadion dan olah raga bersentuhan seperti rugbi, gusti, tinju, dan sepak bola masih dilarang.

(FK/FK, 07/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-