BNI Saudi Arabia
Berita > Seputar TKI
Pulang dari Singapura, PMI Asal Semarang Hampir Sebulan Terlantar di Batam
16 Jun 2020 22:32:09 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1451
Ket: bandara Batam
Foto: google
Nasional, LiputanBMI - Nasib kurang baik dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Semarang ketika pulang dari Singapura karena telah finis kontrak.

PMI berinisial RDS tersebut pulang dari Singapura melalui jalur laut ke Batam pada tanggal 18 Mei 2020, tetapi baru bisa terbang dari Batam ke Semarang, Selasa, 16 Juni 2020.

Selain soal penerbangan, RDS terkatung-katung di Batam selama hampir satu bulan karena ruwetnya proses tes covid-19. Sejak tiba di Batam hingga berhasil terbang ke Semarang, RDS mengaku telah menjalani tes covid-19 sebanyak tiga kali.

Menurut penuturan RDS, setibanya di Batam pada tanggal 18 Mei, setelah melewati screening imigrasi, petugas menyarankan untuk menghubungi keluarga yang menjemput. Karena tidak ada keluarga yang menjemput, ia langsung ke rumah sakit untuk tes covid-19 dan hasil tesnya negatif.

“Hari itu juga saya langsung ke bandara, tetapi tidak ada penerbangan. Petugas bandara mengatakan penerbangan Batam – Semarang baru ada tanggal 1 Juni 2020. Saya pun mencari penginapan dan booking tiket. Karena biaya untuk penginapan mahal, saya numpang di rumah teman sambil menunggu penerbangan,” kata RDS.

Pada tanggal 28 Mei 2020, lanjut RDS, ia menjalani tes covid-19 lagi karena hasil tes covid-19 yang sebelumnya sudah kedaluarsa.

“Tanggal 28 Mei saya pun tes covid-19 lagi dan hasil tes juga negatif. Tapi anehnya, ketika tanggal 1 Juni saya ke bandara sesuai jadwal penerbangan, pihak bandara menolak hasil tes covid-19 tersebut karena katanya sudah tidak berlaku. Padahal, pihak rumah sakit menyatakan masa berlaku sampai 7 hari,” terang RDS.

Tanggal 1 Juni 2020, RDS lagi-lagi harus kembali menjalani tes covid-19. Namun sayangnya, jadwal penerbangan dari Batam ke Semarang belum ada kepastian.

Merasa nasibnya terkatung-katung, pada 6 Juni 2020 RDS mengadu ke HOME Singapura.

Salah satu front line volunteer HOME Suara Kita Singapore, Novia Arluma mengatakan, menindaklanjuti pengaduan RDS, pihaknya langsung menghubungi UPT BP2MI Tanjungpinang.

"Pada 8 Juni 2020 kami melaporkan apa yang dialami RDS ke UPT BP2MI Tanjungpinang dan kami tembuskan ke Kepala BP2MI. Namun responnya lambat," kata Novia.

Karena laporannya belum mendapat respon, Novia menceritakan apa yang dialami RDS kepada Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam acara diskusi virtual yang digelar HOME Singapura pada Sabtu, 13 Juni 2020.

"Setelah saya adukan langsung ke Pak Benny di acara diskusi virtual itu, kemarin RDS dijemput petugas UPT BP2MI Tanjungpinang dan hari ini, Selasa, 16 Juni 2020, RDS telah pulang ke kampung halamannya," jelas Novia.
(FK/FK, 16/06)
Universitas Terbuka Riyadh
-