Berita > Seputar TKI
Besok TETO Buka Layanan Pengajuan Visa PMI, Berikut Persyaratan dan Sanksi Jika Lakukan Pelanggaran
23 Aug 2020 19:32:39 WIB | Hani Tw | dibaca 837
Ket: TETO Buka kembali layanan Pengajuan Visa PMI, selama pengajuan harus memenuhi Persyaratan dan akan dikenakan Sanksi Jika Lakukan Pelanggaran
Foto: Internet
Jakarta, LiputanBMI - Mulai hari Senin tanggal 24 Agustus 2020 TETO menerima kembali pengajuan visa PMI guna mendukung pengumuman dari Pemerintah Indonesia dalam rangka membuka kembali pengiriman PMI ke luar negeri.

Dikarenakan masih adanya wabah pandemi, waktu pelayanan kerja TETO terbatas, maka P3MI harus memperhatikan jadwal waktu yang telah ditentukan untuk pengajuan visa dan sidik jari bagi PMI.

Adapun persyaratan dan perlengkapan dokumen untuk pengajuan visa PMI sebagai berikut:

1. Untuk PMI sektor manufaktur dan nelayan (sektor formal), selain persyaratan dokumen pengajuan visa PMI seperti sebelumnya, (dimana penjelasan lengkapnya bisa klik link ini: : https://www.roc-taiwan.org/id/post/3340.html), juga perlu melampirkan “Surat Persetujuan Perencanaan Karantina Rumah” yang asli. Surat tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan (MoL), baru dapat mengajukan visa ke TETO.

Catatan:
Surat Persetujuan Perencanaan Karantina Rumah diatas harus diajukan terlebih dahulu oleh majikan Taiwan kepada MoL, untuk lebih jelasnya silahkan merujuk ke website MoL.

PMI sektor caregiver (informal): Seperti persyaratan dokumen pengajuan visa PMI sebelumnya di TETO. PMI sektor caregiver sebelum naik pesawat, harus konfirmasi terlebih dahulu telah mendapatkan surat bukti ijin tinggal di Pusat Karantina Bersama, baru dapat naik pesawat untuk berangkat ke Taiwan.

Catatan :
surat bukti ijin diatas harus diajukan terlebih dahulu oleh majikan Taiwan di website https://fwas.wda.gov.tw/申請).

Sedangkan hal-hal yang harus diperhatikan untuk proses pengajuan visa PMI dalam pencegahan pandemi antara lain:

1. Petugas P3MI pada hari Senin dan Kamis yang datang mengajukan dokumen dan PMI pada hari Sabtu yang datang melakukan sidik jari ke TETO. Semua harus menunjukkan bukti non-active dari hasil rapid test dalam 3 hari kerja sebelum ke TETO kepada satpam TETO.

2. Selama masuk Gedung Artha Graha harus memakai 2 lembar masker medis, tidak boleh menggunakan masker kain atau bahan lainnya, dan harus memakai masker menutupi hidung dan mulut, tidak boleh dibuka atau dipakai dengan cara tidak benar, seperti hanya menutupi mulut atau dagu.

3. Saat masuk lobby Gedung Artha Graha dan TETO, harus mengukur suhu badan, suhu badan yang melebihi 37.5 derajat akan dilarang masuk Gedung Artha Graha dan TETO.

4. Di pintu masuk lobby TETO tersedia cairan pembersih tangan, semua petugas dan PMI saat memasuki lobby TETO harus menggunakan cairan pembersih tangan tersebut.

5. Lobby TETO lantai 12 maksimal menampung 50 orang, mohon mengikuti tanda stiker untuk duduk dan memperhatikan jarak sosial paling sedikit 2 meter.

6. Lift Gedung Artha Graha maksimal menampung 4 orang sekali naik.

Selain itu, dalam website resminya (20/8), TETO meminta kepada P3MI untuk bisa bekerja sama dan apabila tidak mengikuti peraturan yang ditetapkan akan dikenakan sanksi.

Karena waktu pengambilan sidik jari PMI di Teto pada hari Sabtu terbatas, maka sangat dianjurkan P3MI mengatur PMI tiba lebih awal dari jadwal waktu yang ditentukan dan menunggu dilapangan terbuka dekat Gedung Artha Graha.

Apabila petugas dan PMI datang melakukan sidik jari tidak berdasarkan jadwal waktu yang ditentukan, dan mempengaruhi proses penerimaan dokumen TETO serta hak dan kepentingan P3MI dan PMI lain, maka jadwal sidik jarinya ditunda ke Sabtu minggu depannya, dan tidak dapat mengajukan dokumen pada hari Senin dan Kamis berikutnya.

Apabila petugas dan PMI yang tidak mengikuti hal-hal pencegahan pandemi diatas, akan diberikan sanksi tidak dapat mengajukan dokumen selama 2 minggu.
(HNI/IYD, 23/08)
Universitas Terbuka Riyadh
-