Berita > Cerpen Puisi
Aku Butuh Keadilan (ABK)
23 Sep 2020 01:43:12 WIB | Syafii | dibaca 599
Ket: Ilustrasi kerja ABK
Foto: samudranesia.id
Nasional, LiputanBMI - Kau pergi dengan dijanjikan iming-iming pekerjaan
dan penghidupan yang layak

Kau berani pergi
meski sebenarnya kau tak layak

Sudah tak layak,
kau pun tak diberi oleh perusahaan
program diklat

Hingga akhirnya
di atas kapal, kau pun disikat,
lalu sekarat dengan berjuta pekerjaan yang berat

Sampai-sampai,
kau pulang ke pangkuan Ibu pertiwi
sudah berupa mayat

Bangsat!

Oh... burung Garuda,
jemputlah aku dari siksaan
di tengah samudera

Wahai para penguasa,
janganlah kalian selalu berargumentasi tentang hukum,
jika muaranya aku tetap menjadi almarhum

Oh... almarhum yang malang
di tengah samudera dibungkus sarung,
rupanya mayatmu akan dilarung
Nasibmu, sungguh buntung!

Oh... ABK
Anak Buah Kapal yang malang nian,
Aku Butuh Keadilan!


(IS/IS, 23/09)
Universitas Terbuka Riyadh
-