Berita > Pelaut
Anggota Rentan Mendapat Masalah Ketika Melaut, Wasekjend PMSA: Berserikatlah !
08 Oct 2020 09:29:52 WIB | Syafii | dibaca 318
Ket: Wasekjend PMSA, T.P. Sinurat
Foto: Dok. Pri
Jakarta, LiputanBMI - Anggota Padang Maritime School Alumnus (PMSA) yang berprofesi sebagai pelaut rentan mendapat masalah (perselisihan hubungan kerja) ketika bekerja.

Wakil Sekretaris Jenderal PMSA, T.P. Sinurat menyatakan bahwa kesadaran pelaut untuk berserikat sangat kecil, padahal pada dasarnya kebebasan berserikat telah diatur dalam UUD 1945 Pasal 28 dan secara khusus telah diakomodir oleh UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (UU SP/SB).

“Jadi, dasar hukum untuk berserikat sudah jelas dan kuat, bahkan siapapun yang mencoba menghalang-halangi pekerja untuk membentuk atau bergabung ke dalam serikat akan dijerat oleh sanksi pidana kurungan pidana hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp. 500 juta rupiah,” kata Sinurat.

Menurut Sinurat, kebanyakan pelaut akan datang dan mengadu ketika sudah mendapat masalah.

" Saya enggak ingin menyebutkan namanya, tapi sudah banyak teman yang mengadu kepada saya ketika masalah saja, ada yang sudah 3 bulan gajinya enggak dibayar, dipecat sepihak, dan sampai yang kapalnya tenggelam tapi tidak mendapatkan kompensasi dari perusahaan. Mungkin karena mereka tahu saya aktif di salah satu serikat pelaut,” ungkapnya.

Dalam segi keuntungan, Sinurat menuturkan akan banyak sekali keuntungan yang diperoleh. Selain bisa menambah relasi pertemanan, bergabung ke serikat juga bisa menambah ilmu pengetahuan mengenai hukum dan undang undang yang berlaku di dunia kerja.

"Saya mendapat kehormatan sekitar sebulan yang lalu diundang oleh teman-teman pelaut senior yang berkomitmen untuk mendirikan sebuah serikat pelaut yang bernama SAKTI (Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia),” imbuh pria kelahiran Selat Panjang itu.

Sebagai salah satu Anggota Pendiri SAKTI, Sinurat menyampaikan bahwa SAKTI rencananya akan dideklarasikan paling lambat awal tahun 2021 dan diharapkan dapat mengakomodir perlindungan pelaut Indonesia.

“Saya juga telah berbicara dengan beberapa senior di PMSA dan mayoritas dari mereka setuju untuk membawa anggota PMSA yang berprofesi sebagai pelaut bergabung ke sebuah serikat pelaut dan saya akan usahakan agar ini terwujud,” tegasnya.

Sebagai penutup, Wasekjend PMSA tersebut mengajak seluruh Anggota PMSA yang berprofesi sebagai pelaut untuk berserikat dan bersatu.

“Jangan hanya tahu serikat ketika punya masalah, kita harus sadar ketidakadilan bisa terjadi dan menimpa kita kapan saja, jadi bersatu dan berserikatlah agar kita menjadi pelaut yang kuat dan bermartabat,” pungkasnya.
(IS/IS, 08/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-