Berita > Seputar TKI
Tim Satuan Khusus Imigrasi Berhasil Tangkap Kelompok Agensi Gelap di New Taipei City
27 Oct 2020 21:13:57 WIB | Hani Tw | dibaca 690
Ket: Tim Satuan Khusus Imigrasi Berhasil Tangkap Kelompok Agensi Gelap di New Taipei City
Foto: Imigrasi Taiwan
Taipei, LiputanBMI - Tim satuan khusus Imigrasi New Taipei City hari ini (27/10) berhasil menangkap kelompok agensi gelap dengan menyita barang bukti seperti blangko daftar pengiriman pekerja migran ilegal, buku rekening serta uang tunai NTD 6 juta.

Dikutip dari website resmi NIA (27/10), tim khusus Imigrasi memberikan laporan kepada kantor kepolisian dan kantor depnaker New Taipei City bahwa pihaknya telah menangkap kelompok agensi gelap yang tinggal di salah satu apartemen di distrik Hsinjhuang.

Dalam operasinya, pemilik agensi gelap yang biasa dipanggil Laopan Niang adalah warga negara Taiwan bermarga Chen bekerja sama dengan agensi Indonesia mencari pekerja migran ilegal atau mereka yang tengah mencari kerja secara ilegal, kemudian membantunya mencarikan pekerjaan baru.

NIA mengatakan, tindakan agensi Indonesia ini telah mengeksploitasi sesama warga Indonesia. Laopan Niang mengambil upah untuk pekerja migran perawat pasien dari majikan NTD 40.000~ NTD 50.000 setiap bulannya.

Kelompok agensi gelap ini menggunakan aplikasi Line, medsos untuk berkomunikasi dan menjalankan bisnisnya.

Biaya untuk mengambil pekerja migran ilegal yang dipatok mereka lebih tinggi dibanding mengambil pekerja migran resmi, sehingga kelompok agensi gelap tersebut memperoleh keuntungan yang besar.

NIA mengingatkan supaya majikan berhati-hati mengambil pekerja migran, biaya tinggi belum tentu mendapatkan pekerja migran resmi. Jangan mudah percaya dengan orang yang mengaku agensi atau selebaran yang menawarkan pekerja migran dengan proses cepat.

Lebih lanjut NIA menjelaskan, untuk proses mengambil pekerja migran harus melewati beberapa prosedur dan membutuhkan waktu. Majikan juga harus memeriksa dokumen milik pekerja migran tersebut, apakah ARC masih berlaku, setidaknya difoto untuk disimpan.
(HNI/IYD, 27/10)
Universitas Terbuka Riyadh
-