Berita > Seputar TKI
ABK di Taiwan Dapat Julukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Pemkab Pingtung Bangun Kamar Mandi Umum
04 Nov 2020 13:45:54 WIB | Hani Tw | dibaca 343
Ket: Pemkab Pingtung Bangun Kamar Mandi Umum gratis untuk ABK
Foto: United Daily News
Taipei, LiputanBMI - Pekerja migran merupakan bagian dari pekerja di Taiwan, merekalah yang dapat memberikan peran aktif mengisi kesenjangan industri dan tenaga perawat pasien. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mewujudkan kemakmuran dan stabilitas ekonomi Taiwan. Memperlakukan pekerja migran dengan baik adalah perwujudan dasar kemanusiaan dan peradaban.

Seperti halnya pekerja migran penangkap ikan atau Anak Buah Kapal (ABK) dimana mereka telah mendedikasikan masa tahun-tahun keemasannya mereka untuk bekerja di Taiwan.

Bekerja sebagai ABK di kapal penangkap ikan yang berlayar di laut lepas dianggap sebagai jenis pekerjaan 4D (Dirt, Danger, Difficulty, Distance) yang artinya sebuah pekerjaan yang kotor, berbahaya, sulit dan jaraknya jauh dari keluarga serta waktunya yang panjang.

Apabila ABK tidak menerima pelatihan yang memadai, kemungkinan bisa mengakibatkan cidera karena kecelakaan kerja atau kematian tinggi. ABK dan pekerjaan menangkap ikan dinilai sebagai pekerjaan berisiko tinggi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sebagian besar ABK mempertaruhkan nyawa dan tenaga mereka untuk memperbaiki ekonomi keluarga, meningkatkan sumber daya keluarga, meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghasilan.

Lingkungan kerja buruk, kurangnya mereka memahami atau tidak bisa berbahasa Mandarin, tekanan pekerjaan, serta kurangnya memiliki pengetahuan hukum yang memadai, sehingga mereka rentan untuk menyelamatkan diri dari penindasan dan eksploitasi.

Di pantai atupun pelabuhan perikanan tempatnya orang-orang datang dan pergi lalu lalang, terlihat ABK asing yang hanya mengenakan pakaian dalam untuk mandi dengan air dingin di dek atau di pelabuhan. Mereka menahan malu dari tatapan aneh orang lain di sekitarnya. Apabila saat ini tersedia kamar mandi umum dan fasilitas lainnya untuk menjaga harkat dan martabat ABK asing, maka ABK asing akan merasa berterima kasih.

Untuk itu, Ikatan Nelayan Donggang, kabupaten Pingtung secara khusus membangun kamar mandi umum gratis, disediakan dan digunakan untuk nelayan asing yang dibuka secara resmi kemarin.

Lin Hanchou, direktur jenderal Asosiasi Perikanan Donggang, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya kesadaran hak asasi pekerja asing, pemerintah telah memperhatikan dan berinvestasi dalam perbaikan lingkungan kerja bagi nelayan asing, perlindungan hak tenaga kerja, dan fasilitas kesejahteraan.

Kamar mandi umum yang dibangun dari subsidi Departemen Perikanan yang bekerja sama dengan perusahaan penjualan udang Sakura tersebut dilengkapi dengan cermin rias, gantungan baju, rak sabun, dan fasilitas binatu untuk digunakan secara gratis oleh nelayan asing.

Adapun waktu penyediaan air panas setiap hari mulai pukul 09.00 pagi hingga 09.00 malam. Lokasinya berada di SPBU Pelabuhan Perikanan Donggang, di sebelah Kuil Narcissus, dan di depan Kantor Tim Produksi dan Penjualan Udang Sakura. Baskom tua di sampingnya dibongkar dan direnovasi menjadi 5 kamar mandi guna untuk meningkatkan kesejahteraan dan perawatan serta kehidupan nelayan asing.

Sebagaimana dilansir United Daily News (4/11), Taiwan merupakan salah satu kekuatan penangkapan ikan nomor lima terbesar di dunia. Saat ini ada sekitar 20.000 ABK migran yang bekerja di kapal penangkap ikan yang berlayar di laut Taiwan.
(HNI/, 04/11)
Universitas Terbuka Riyadh
-