Berita > Seputar TKI
Dua Pekerja Migran Dipecat Majikan Karena Terpapar TB, Ormas Taiwan Unjuk Rasa di Depan Gedung Kementerian Kesehatan
09 Nov 2020 09:06:49 WIB | Hani Tw | dibaca 419
Ket: Dua Pekerja Migran Terpapar TB Dipecat Majikan, Ormas Taiwan Unjuk Rasa di Depan Gedung Kementerian Kesehatan
Foto: Civilmedia
Taipei, LiputanBMI - Organisasi Masyarakat (Ormas) Taiwan pemerhati pekerja migran pada 5 November kemarin mengadakan aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian kesehatan dan kesejahteraan (CDC) mengecam regulasi kesehatan pekerja migran di Taiwan yang penuh dengan corak diskriminasi.

Hal tersebut dilakukan karena beberapa waktu lalu ada dua pekerja migran asal Filipina yang terdiagnosis menderita tuberkulosis (TB). Namun setelah dirawat di rumah sakit dan sembuh, ternyata majikan menolak untuk mengizinkan mereka terus bekerja, padahal dokter sudah melampirkan surat keterangan bahwa penyakit mereka tidak menular dan bisa kembali bekerja.

Dua orang pekerja migran tersebut satu orang diantaranya berinisial M. Setelah dirawat sembuh kemudian keluar dari RS oleh pihak agensi dan pabrik ia dipindah ke kamar mess sendirian serta dilarang keluar selama sebulan.

Sementara satu lagi berinisial J, setelah keluar dari RS dan sedang menjalani perawatan tiba-tiba diminta untuk menandatangani perjanjian pengunduran diri secara sukarela dan dipaksa untuk pindah asrama. Bahkan disuruh membayar biaya mess dan akomodasi lainnya sebesar NTD 1000 perhari.

Dilansir Civilmedia (7/11), dalam unjuk rasa tersebut Ormas meminta Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan untuk segera merevisi "Langkah-langkah untuk Manajemen Kesehatan pekerja migran yang dipekerjakan".

Diharapkan kelompok pekerja migran kerah biru (pekerja migran) yang juga membayar asuransi kesehatan (askes) setiap tahun seperti halnya pekerja lokal Taiwan dapat terbebas dari isi undang-undang yang diskriminatif dan menggunakan sumber daya medis dengan benar untuk pengobatan terkait TB.
(HNI/, 09/11)
Universitas Terbuka Riyadh
-