Berita > Pelaut
SAKTI Sah Terbentuk Sebagai Serikat Pelaut
13 Nov 2020 14:54:48 WIB | Redaksi | dibaca 698
Ket: Foto SAKTI
Foto: LBMIJKT
Nasional, LiputanBMI - SAKTI atau Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia telah resmi terbentuk dan telah mendapatkan legitimasi hukum sebagai sebuah organisasi “Serikat Pekerja” pelaut sebagaimana ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan aturan turunannya.

Digagas oleh 45 pelaut sebagai Anggota Pembentuk, pada 11 November 2020 SAKTI telah tercatat sebagai Serikat Pelaut dengan Tanda Bukti Pencatatan (TBP) Nomor: 2393/III/SP/XI/2020 yang diterbitkan oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara.

Secara demokratis dan transparan, SAKTI dikomandoi oleh Dewa Nyoman Susilayasa, ST., MT., M.Mar.E sebagai Ketua Umum. Imam Syafi’i sebagai Sekretaris Jenderal, dan Syofyan sebagai Bendahara Umum.

Di pembidangan, SAKTI memiliki empat bidang, yakni Keanggotaan, Kerja Sama, Penelitian & Publikasi, dan Advokasi, Hukum & Hak Asasi Manusia.

Di masing-masing bidang, terdapat dua orang pengurus, yakni Rachmat Noor Yasin dan Timbul Pardamean Sinurat di bidang Keanggotaan. Ganti Lubis, S.Sit dan Azhari Anwar di bidang Kerja Sama. Muhamad Solichan dan Arik Efendi di bidang Penelitian & Publikasi. Mahesa Pramana, S.H dan Chandra Sahat Panjaitan di bidang Advokasi, Hukum & HAM serta Al Azhar selaku Wakil Bendahara Umum.

SAKTI berkantor pusat di Jl. Tenggiri No. 103B, Kel/Kec. Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta (dekat Terminal Tanjung Priok).

Adapun Visi dan Misi SAKTI adalah:
Visi:
Terwujudnya Sumber Daya Manusia Pelaut Indonesia yang Berkualitas dan Unggul, Solidaritas dan Soliditas Tinggi, Bermartabat, Adil dan Sejahtera.

Misi:

1. Melakukan Advokasi Kasus dan Kebijakan yang berkaitan dengan Pelayaran, Perikanan, dan Ketenagakerjaan.

2. Menjadi Mitra Pemerintah dan Pengusaha dalam melaksanakan Perwujudan Hubungan Industrial dan Hubungan Kerja Pelaut Indonesia yang Harmonis, Dinamis dan Berkeadilan.

3. Melakukan Kegiatan-Kegiatan atau Usaha-Usaha Positif dan Sosial demi peningkatan Kesejahteraan Anggota, Pelaut dan keluarganya serta masyarakat pada umumnya.

Langkah pertama yang akan SAKTI lakukan adalah:

1. Memberitahukan keberadaannya ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta.

2. Memberitahukan keberadaannya sebagai Serikat Pelaut tingkat Nasional ke Kementerian Ketenagakerjaan sebagaimana ketentuan Surat Edaran Dirjen PHI & JSK Kemnaker R.I. No. B.432/PHIJSK/VIII/2012 tentang Pemberitahuan Perangkat Organisasi/Kepengurusan Wilayah
SP/SB, Federasi dan Konfederasi SP/SB.

3. Memberitahukan keberadaannya sebagai Serikat Pelaut ke Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R.I.

4. Memberitahukan keberadaannya ke Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan R.I.

5. Memberitahukan keberadaannya ke Direktorat Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri R.I.

6. Memberitahukan keberadaannya ke Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

7. Memberitahukan keberadaannya ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

8. Memberitahukan keberadaannya ke Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok (KSU Tj. Priok).

9. Memberitahukan keberadaannya ke Indonesian National Shipowners’ Association (INSA).

10. Memberitahukan keberadaannya ke Indonesian Fisherman Manning Agents (IFMA).

11. Memberitahukan keberadaannya ke instansi terkait lainnya seperti TNI, Polri, Basarnas, KNKT dan lembaga Legislatif serta Yudikatif.

Selain melakukan penyuratan untuk memberitahukan keberadaan, SAKTI juga akan melakukan:

1. Audiensi dengan instansi-instansi terkait, baik pihak swasta maupun pemerintahan.

2. Sosialisasi ke Badan-Badan Diklat, Komunitas-Komunitas, Mess-Mess, atau Alumni-Alumni pelaut mengenai peran penting Serikat Pelaut.

Harapannya, pelaut Indonesia dapat bergabung dan bersama-sama berjuang di SAKTI untuk mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi-Misi Organisasi.

Rilis diterima dari : Ditjen Bidang Penelitian & Publikasi SAKTI.

(RED/, 13/11)
Universitas Terbuka Riyadh
-