Berita > Seputar TKI
Almiasih, 19 Tahun Merantau ke Malaysia Tanpa Kabar, Anaknya Kena Tumor Mulut Berharap Ibunya Pulang
26 Jan 2021 09:01:37 WIB | Hani Tw | dibaca 1306
Ket: Almiasih, 19 Tahun Merantau ke Malaysia Tanpa Kabar, Anaknya Kena Tumor Mulut Berharap Ibunya Pulang
Foto: Komunitas Blitar
Surabaya, LiputanBMI - Sembilan belas tahun bukanlah waktu yang pendek bagi seorang anak yang ditinggalkan oleh ibunya terlebih lagi tidak ada kabar sama sekali.

Seperti halnya Galih Ardianto (23th) yang tinggal di Dukuh Tawang, Desa Sawentar, Kanigoro, kabupaten Blitar, selama 19 tahun ia ditinggalkan ibunya ke Malaysia dan tidak pernah mendapatkan kabar dari ibunya.

Ayahnya Galih meninggal dunia saat ia masih kecil, ketika berumur 4 tahun ibunya yang bernama Almiasih berangkat ke Malaysia menjadi pekerja migran Indonesia (PMI).

Selama ditinggalkan ibunya, Galih diasuh dan dirawat oleh kakek dan neneknya yang pekerjaannya hanya sebagai buruh tani serabutan.

Semenjak ibunya pamit berangkat bekerja ke Malaysia hingga saat ini, Galih belum pernah bertemu ibunya. Dan tidak ada yang mengingat PJTKI mana yang memberangkatkan ibunya.

Penderitaan Galih bertambah lagi setelah ia didiagnosis menderita tumor mulut, sehingga ia tidak bisa menikmati keceriaan hidup seperti teman sebayanya.

Keluarganya sangat merindukan Almiasih, terutama Galih yang sangat mengharapkan kehadiran ibunya, terlebih lagi dengan keadaannya seperti ini ia sangat membutuhkan dukungan serta support untuk kesembuhan penyakitnya.

Selama ini Galih belum pernah dibawa ke RS untuk melakukan pemeriksaan lanjutan karena keterbatasan dana. Galih hanya dibawa berobat ke mantri saja apabila ia merasakan sakit.

Keluarganya sangat mengharapkan kepada siapapun yang mengetahui keberadaan Almiasih atau mungkin ada pembaca yang pernah bertemu di Malaysia supaya Almiasih menghubungi keluarganya.

Apabila ada yang mengetahuinya silahkan menghubungi nomor telepon +62-823-3834-9091.
(HNI/, 26/01)
Universitas Terbuka Riyadh
-