Berita > Seputar TKI
160 WNI Overstayer tiba dari Taiwan, BP2MI Fasilitasi Kepulangan ke Daerah Asal
07 Feb 2021 08:23:37 WIB | Hani Tw | dibaca 603
Ket: 160 WNI Overstayer tiba dari Taiwan, BP2MI Fasilitasi Kepulangan ke Daerah Asal
Foto: BP2MI
Jakarta, LiputanBMI - Sebanyak 160 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Taiwan tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, dengan menggunakan pesawat charter Flight Batik Airlines ID 7625 pada Jumat sore (5/2) sore pukul 17.15 WIB.

Sebagaimana dirilis website BP2MI (6/2), Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI Serang, Lismia Elita yang mewakili Kepala BP2MI Benny Rhamdani menjelaskan, 160 PMI yang tiba di tanah air ini adalah PMI masa izin tinggalnya sudah habis atau overstayer.

"Mereka adalah PMI overstayer yang bekerja melebihi batas kontrak kerja di beberapa di Taiwan. Karena kelebihan masa tinggal, mereka dipulangkan oleh Imigrasi Taiwan," jelas Lismia didepan awak media di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (5/2).

Mereka yang dipulangkan atas biaya National Immigration Agency (NIA) Taiwant terdiri dari 84 orang laki-laki dan sisanya 76 orang perempuan.

Lismia menambahkan, setelah melalui protokol kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setibanya di Bandara, para PMI langsung diarahkan ke Help Desk BP2MI untuk pendataan dan mendapatkan Welcoming Greeting dari BP2MI.

"Setelah diberikan pengarahan, kemudian para PMI dikembalikan ke Satgas Covid-19 untuk dilakukan karantina selama 5 hari sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Covid 19 No. 6 Tahun 2021 di Hotel Milenium dan Hotel AONE daerah Wahid Hasyim dan menjalani tes PCR," ujar Lismia.

Selanjutnya, para PMI yang telah menjalani karantina akan diantar ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) milik Kementerian Sosial di Bambu Apus, Jakarta.

"Para PMI akan didata dan dilakukan mapping untuk disiapkan kepulangannya ke daerah asal yang dibiayai oleh BP2MI. Namun, ada juga beberapa PMI yang sudah berencana dijemput oleh keluarga," papar Lismia.

Lismia mengatakan, pemulangan PMI ini merupakan salah satu bentuk hadirnya Negara untuk memberikan perlindungan kepada PMI.

"Ini pemulangan PMI gelobang pertama, pihak NIA setuju mengeluarkan kebijakan untuk memulangkan sebanyak 160 PMI dari 386 PMI/WNI ke Indonesia. 226 PMI/WNI akan dipulangkan pada gelombang berikutnya yang waktunya akan ditentukan lebih lanjut," pungkasnya.
(HNI/, 07/02)
Universitas Terbuka Riyadh
-