Berita > Seputar TKI
Hari Perempuan Internasional: MENT Tuntut Pemerintah Taiwan Segera Masukkan Pekerja Informal ke Dalam UU Ketenagakerjaan
09 Mar 2021 08:22:12 WIB | Hani Tw | dibaca 442
Ket: Hari Perempuan Internasional: MENT Tuntut Pemerintah Taiwan Segera Masukkan Pekerja Informal ke Dalam UU Ketenagakerjaan
Foto: TIWA
Taipei, LiputanBMI - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia, Senin (8/3) Serikat Pekerja Migran di Taiwan (MENT) kembali mengadakan konferensi pers di depan gedung Legislatif Yuan Taipei mengajukan tuntutan dimasukkannya pekerja migran informal ke dalam UU Ketenagakerjaan.

Dalam konferensi tersebut selain dari MENT sebagai penyelenggara, dihadiri juga perwakilan-perwakilan dari beberapa organisasi pekerja migran di Taiwan.

MENT mengatakan, pekerja migran informal (PRT) di Taiwan saat ini berjumlah sekitar 230.000 orang yang berasal dari Asia Tenggara dan mayoritas adalah perempuan.

Mereka sebagai pekerja migran yang dipekerjakan sebagai perawat pasien di rumah tangga, tetapi mereka tidak mendapatkan perlindungan dari Undang-Undang Ketenagakerjaan di Taiwan.

Selain itu, gaji mereka perbulan NTD 17.000 atau dibawah rata-rata gaji standar di Taiwan yang saat ini NTD 24.000.

Menurut data dari depnaker awal Januari lalu, rata-rata jumlah jam kerja pekerja rumah tangga di atas 10.4 jam perhari.

Sementara itu, sekitar 11.4 persen dari mereka mendapatkan hal libur, sedangkan 34.4 persen sisanya tidak mendapatkan hak libur.

Ketua penyelenggara Konferensi pers meminta agar pemerintah secepatnya memasukkan PRT ke dalam UU guna untuk melindungi hak dan kepentingan pekerja migran di Taiwan.
(HNI/, 09/03)
Universitas Terbuka Riyadh
-