Berita > Seputar TKI
Selama Malaysia Lockdown Total, Layanan KBRI dan KJRI Tutup
02 Jun 2021 08:51:03 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 444
Ket: pengumuman KBRI KL
Foto: FB KBRI KL
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Seluruh perwakilan pemerintah RI di Malaysia, baik Kedutaan Besar maupun Konsulat Jenderal, menutup sementara layanan keimigrasian dan kekonsuleran ketika pemerintah Negeri Jiran tersebut memberlakukan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) secara penuh atau total lockdown fase pertama pada periode 1 s/d 14 Juni 2021.

Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Johor Bahru, Pulau Pinang, Kuching, Kota Kinabalu dan Tawau telah mengumumkan penutupan layanan sementara selama dua minggu melalui media sosial masing-masing.

Meski memberlakukan penutupan layanan, perwakilan pemerintah RI di Malaysia tetap akan memberikan layanan untuk pengambilan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang prosesnya sudah selesai.

"Pemohon yang memiliki jadwal temu janji pada masa penerapan total lockdown fase pertama akan menerima penjadwalan ulang melalui email atau pesan singkat (SMS) tanpa perlu membuat temu janji baru secara online." Demikian tulis KBRI Kuala Lumpur dalam pengumumannya.


Selama masa total lockdown ini, WNI di Malaysia yang memerlukan bantuan mendesak atau memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline yang telah dipublikasikan melalui media sosial Facebook KBRI dan KJRI di berbagai wilayah.

pengumuman KJRI Johor Bahru
Ket. foto: pengumuman KJRI Johor Bahru
Sumber foto: FB KJRI JB



Selain mengumumkan soal penutupan layanan, melalui video yang diunggah di laman Facebook Indonesian Embassy Kuala Lumpur, Selasa (1/6/2021), Duta Besar RI di Malaysia, Hermono, juga menyampaikan pesan kepada WNI di Malaysia agar mematuhi SOP lockdown dan senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

"Hari ini mulai berlaku total lockdown, oleh karena itu saya ingin menyampaikan pesan kepada warga negara Indonesia yang berada di Malaysia, pertama agar mematuhi seluruh SOP selama masa lockdown, kedua tetap menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan dan jangan melakukan hal-hal yang tidak penting," kata Dubes Hermono.
(FK/, 02/06)

Universitas Terbuka Riyadh
-